revisednews.com SMP Negeri 16 Yogyakarta menjadi tempat lahirnya kolaborasi budaya yang mempertemukan dua kota dari dua benua. Sebanyak 18 lukisan karya pelajar Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou, Republik Ceko, dipamerkan dalam sebuah ajang seni bertema persahabatan antar bangsa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sister City antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Hluboka nad Vltavou. Program ini telah berjalan selama beberapa tahun dengan fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran ilmu.
Melalui pameran ini, kedua kota memperkuat kerja sama internasional yang menumbuhkan kreativitas generasi muda. Setiap lukisan yang dipamerkan merupakan hasil seleksi dari ratusan karya pelajar dengan tema Our Nature, Our City, dan Our Culture.
Tema Seni yang Mengangkat Alam dan Budaya
Pameran ini mengusung tiga tema utama: Our Nature, Our City, dan Our Culture. Tema tersebut mencerminkan kesamaan nilai antara Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou, yaitu kecintaan terhadap lingkungan, kebanggaan pada kota, serta kepedulian dalam menjaga budaya.
Setiap karya memiliki karakter unik. Beberapa pelajar Yogyakarta menampilkan pemandangan sawah dan gunung, sedangkan peserta dari Republik Ceko menggambarkan kota tua bergaya Eropa.
Perpaduan dua gaya ini menghadirkan nuansa harmonis dan menawan. Lukisan-lukisan tersebut tidak hanya indah, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keberagaman dan toleransi.
“Melalui karya seni, anak-anak belajar memahami bahwa perbedaan justru memperkaya, bukan memisahkan,” ujar salah satu guru seni SMPN 16 Yogyakarta.
Seni Sebagai Bahasa Universal
Pameran ini menunjukkan bahwa seni adalah bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Anak-anak dari dua negara berbeda budaya mampu berkomunikasi melalui warna, bentuk, dan imajinasi.
Pertukaran karya ini menjadi sarana belajar lintas negara yang damai. Para pelajar memahami bahwa setiap budaya memiliki keindahan dan nilai yang patut dihargai.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyebut pameran ini sebagai bentuk diplomasi budaya. “Seni mampu menembus batas bahasa dan jarak. Kegiatan ini memperkuat karakter pelajar dan menumbuhkan wawasan global,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para siswa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Nilai-nilai gotong royong, keramahan, dan penghargaan terhadap alam tergambar jelas di setiap karya.
Antusiasme Pelajar dan Guru
Antusiasme pelajar dalam kegiatan ini sangat tinggi. Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Yogyakarta ikut mengirimkan karya. Mereka menggambarkan suasana kota, kehidupan masyarakat, dan keindahan budaya lokal.
Dari ratusan karya yang terkumpul, hanya 18 lukisan yang lolos kurasi. Proses penilaian dilakukan oleh tim gabungan dari Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou berdasarkan pesan, kreativitas, dan kualitas artistik.
Salah satu peserta, Dina, pelajar kelas VIII, mengaku bangga karyanya bisa dipamerkan. “Saya ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki alam yang indah dan masyarakat yang ramah. Ini cara saya mencintai kota sendiri,” katanya.
Bagi para guru, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka melihat bagaimana anak-anak belajar bukan hanya tentang teknik melukis, tetapi juga tentang komunikasi global dan apresiasi terhadap perbedaan.
Persahabatan yang Diterjemahkan dalam Warna
Program Sister City antara Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou telah menciptakan banyak kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya adalah pertukaran budaya melalui seni.
Kepala Sekolah SMPN 16 Yogyakarta menilai kegiatan ini memperkuat nilai toleransi dan solidaritas antar pelajar. “Melalui pameran ini, anak-anak belajar tentang empati dan kerja sama global. Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter mereka,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjangkau sekolah lain di Yogyakarta. Dengan begitu, lebih banyak pelajar dapat ikut berpartisipasi dan merasakan manfaat pertukaran budaya internasional.
Pendidikan Berbasis Kolaborasi Global
Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memperluas kerja sama internasional melalui pendidikan. Program Sister City menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pembelajaran lintas budaya.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun soft skills seperti empati, berpikir kritis, dan komunikasi lintas negara.
Melalui hubungan dengan Hluboka nad Vltavou, Yogyakarta memperkuat perannya sebagai kota pendidikan dan budaya yang terbuka terhadap dunia, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
“Anak-anak tidak hanya melukis, tetapi juga belajar memahami makna persahabatan antar bangsa,” kata salah satu dosen seni yang turut hadir.
Menumbuhkan Cinta Seni dan Budaya Lokal
Pameran ini juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat cinta seni di kalangan pelajar. Pemerintah dan sekolah berkomitmen menjadikannya bagian dari pembelajaran kreatif yang mendorong inovasi dan penghargaan terhadap budaya sendiri.
Lewat kegiatan ini, Yogyakarta tidak hanya memperkenalkan budayanya ke dunia, tetapi juga mengajarkan arti kolaborasi lintas batas. Setiap lukisan menjadi simbol persahabatan dua bangsa yang berbeda, namun bersatu dalam bahasa yang sama: bahasa seni dan kemanusiaan.

Cek Juga Artikel Dari Platform outfit.web.id
