Peserta Tilawah Remaja Putra-Putri Tampilkan Bacaan Terbaik di Mimbar Utama MTQH XXIV Depok

Nasional

revisednews.com Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXIV tingkat Kota Depok kembali menyuguhkan momen penuh penghayatan ketika peserta Tilawah Remaja Putra dan Putri tampil di mimbar utama yang berlokasi di Lapangan Cipayung. Para peserta terlihat khusyuk dan sangat fokus saat membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan hakim yang menilai secara langsung kualitas bacaan mereka.

Suasana lapangan yang semula ramai seketika berubah menjadi lebih tenang saat masing-masing peserta naik ke mimbar. Lantunan ayat suci menggema dengan indah, menciptakan atmosfer penuh keteduhan. Setiap peserta menunjukkan ciri khas bacaannya, baik dari segi penguasaan nada, kelancaran tajwid, hingga penghayatan dalam penyampaian ayat.

Penampilan mereka bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata semangat generasi muda dalam menjaga tradisi tilawah. Banyak warga yang hadir tampak larut dalam suasana syahdu, memberikan apresiasi melalui senyuman dan sorakan lembut setiap kali peserta turun dari mimbar.


MTQH Sebagai Ajang Pembinaan Generasi Qur’ani

MTQH XXIV Depok tahun ini digelar di Kecamatan Cipayung dan mencakup berbagai cabang lomba. Tilawah Remaja Putra-Putri menjadi salah satu cabang yang paling diminati, karena menampilkan kemampuan peserta yang sedang memasuki usia produktif dalam belajar seni baca Al-Qur’an.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi remaja untuk menyalurkan kemampuan tilawah yang telah mereka latih bersama guru, lembaga pembinaan, ataupun Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat kecamatan. Tidak sedikit peserta yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk tampil maksimal di panggung utama.

MTQH tingkat kota ini juga menjadi gerbang menuju kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional. Peserta yang lolos seleksi biasanya akan mendapatkan pembinaan lanjutan, sehingga kualitas bacaan dapat berkembang lebih baik. Dengan begitu, generasi Qur’ani dari Depok terus tumbuh dan berprestasi.


Dewan Hakim Lakukan Penilaian Ketat

Dewan hakim yang bertugas pada cabang Tilawah Remaja memberikan penilaian berdasarkan berbagai aspek teknis, seperti ketepatan makhraj huruf, kelancaran tajwid, keindahan irama, serta adab peserta saat berada di mimbar. Penilaian dilakukan secara cermat untuk memastikan kualitas bacaan benar-benar sesuai dengan standar tilawah.

Setiap peserta diberi waktu untuk membacakan ayat yang telah ditentukan. Dalam waktu singkat itu, mereka harus mampu menampilkan kemampuan terbaik. Tekanan tersebut tidak menghalangi peserta untuk tetap tampil percaya diri. Bahkan, sebagian peserta menunjukkan teknik vokal yang matang dan penguasaan nada yang memukau.

Suasana penilaian berlangsung khidmat. Dewan hakim sesekali mengangguk atau mencatat poin penting selama peserta membaca, sementara para pendamping dan penonton menyimak dengan tenang.


Peran Kecamatan Cipayung Sebagai Tuan Rumah

Kecamatan Cipayung mendapat amanah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH XXIV Depok. Infrastruktur lapangan dan fasilitas pendukung disiapkan dengan baik agar peserta dapat tampil maksimal. Lapangan Cipayung dipilih sebagai lokasi mimbar utama karena mampu menampung penonton dalam jumlah besar dan memberikan ruang yang nyaman bagi peserta.

Para panitia memastikan tata letak mimbar, kursi dewan hakim, serta area peserta tertata rapi. Koordinasi dengan aparat kelurahan hingga kecamatan berlangsung lancar. Antusiasme warga setempat juga terlihat dari banyaknya relawan yang membantu jalannya kegiatan.

Kecamatan Cipayung sebelumnya telah beberapa kali menjadi lokasi kegiatan keagamaan skala besar. Hal itu memudahkan panitia dalam mengatur teknis lomba dan memastikan kegiatan berjalan tertib.


Antusiasme Peserta dan Dukungan Keluarga

MTQH selalu menjadi momen spesial bagi keluarga peserta. Banyak orang tua, guru, dan pembimbing datang langsung untuk memberikan dukungan moral. Mereka duduk di area penonton sambil mengabadikan momen anak-anak mereka yang tampil di atas mimbar.

Bagi sebagian peserta, ini merupakan pengalaman pertama tampil di mimbar utama. Sementara bagi peserta lain yang sudah lebih berpengalaman, ajang ini menjadi ruang untuk memperlihatkan peningkatan kemampuan. Dukungan keluarga menjadi energi penting bagi remaja untuk tampil percaya diri dan mengatasi rasa gugup.

Kehadiran masyarakat yang ikut menyaksikan juga memberikan suasana yang lebih hidup. Sorakan kecil dan tepuk tangan lembut setelah peserta menyelesaikan bacaan menjadi bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap usaha mereka.


Pembinaan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kualitas Tilawah

Keberhasilan peserta MTQH bukan hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga proses pembinaan yang konsisten. LPTQ, sekolah, pondok pesantren, serta majelis taklim yang ada di Depok berperan besar dalam membina remaja agar memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah.

MTQH XXIV Depok menjadi bukti bahwa perhatian terhadap seni tilawah di kota ini cukup tinggi. Banyak peserta tampil dengan kualitas vokal dan teknik yang matang, menunjukkan bahwa pembinaan berjalan efektif. Ke depan, diharapkan pembinaan ini terus diperkuat agar Depok semakin banyak melahirkan qari dan qari’ah berprestasi.


Penutup: Lantunan Ayat Suci yang Menyentuh Hati

Penampilan Tilawah Remaja Putra dan Putri pada MTQH XXIV Depok memberikan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir. Lantunan ayat suci yang dibawakan dengan penuh penghayatan menciptakan suasana spiritual yang kuat, memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Dengan dukungan pemerintah, lembaga pembinaan, dan masyarakat, ajang MTQH diharapkan terus menjadi ruang inspiratif untuk menumbuhkan generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan penuh dedikasi dalam menjaga kemuliaan Al-Qur’an.

Cek Juga Artikel Dari Platform hotviralnews.web.id