Persija vs Persijap 2-0, Macan Kemayoran Terus Menekan

Uncategorized

Persija Jakarta kembali menunjukkan konsistensinya dalam perburuan papan atas klasemen usai menundukkan Persijap Jepara dengan skor meyakinkan 2-0 pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu sore WIB, menjadi panggung dominasi Macan Kemayoran di hadapan puluhan ribu pendukungnya.

Dua gol kemenangan Persija dicetak pada babak kedua melalui Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-60 dan Aditya Warman di menit ke-79. Hasil ini membuat Persija kokoh di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 35 poin dari 16 pertandingan, menjaga jarak ketat dengan pemuncak klasemen. Sebaliknya, Persijap Jepara semakin terbenam di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-17, dengan koleksi sembilan poin.


Dominasi Awal Persija di Hadapan The Jakmania

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija Jakarta langsung tampil agresif. Dukungan penuh The Jakmania membuat tempo permainan tinggi dan menekan sejak menit awal. Baru tiga menit laga berjalan, Allano Lima sudah mendapat peluang emas setelah memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Persijap. Sayang, penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

Tekanan berlanjut pada menit kelima ketika Persija sempat menuntut penalti usai terjadi kontak di kotak terlarang. Namun, setelah wasit meninjau VAR, keputusan penalti dibatalkan. Momen ini sempat memantik emosi pemain dan suporter, tetapi Persija tetap menjaga fokus permainan.


Persijap Bertahan dan Mengandalkan Serangan Balik

Di tengah gempuran tuan rumah, Persijap Jepara memilih bermain lebih pragmatis. Laskar Kalinyamat menumpuk pemain di lini tengah dan belakang, berharap bisa mencuri peluang lewat serangan balik cepat.

Strategi tersebut hampir membuahkan hasil pada menit ke-14. Carlos Franca menerima umpan terobosan dan berhasil masuk ke kotak penalti Persija. Ia melepaskan tembakan keras, namun bola masih melenceng tipis dari gawang yang dikawal Sendri Johansyah. Peluang ini menjadi peringatan bagi Persija bahwa mereka tak boleh lengah.


Babak Pertama Tanpa Gol, Persija Kurang Efektif

Hingga pertengahan babak pertama, Persija menguasai penguasaan bola dan terus melancarkan tekanan dari kedua sisi sayap. Van Basty Sousa dan Allano Lima aktif menusuk pertahanan lawan, tetapi rapatnya barisan belakang Persijap membuat peluang bersih sulit tercipta.

Pada menit ke-37, Van Basty Sousa mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih melambung di atas mistar. Meski mendominasi, efektivitas menjadi catatan penting bagi Macan Kemayoran. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga turun minum.


Gol Arlyansyah Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, Persija tampil dengan intensitas lebih tinggi. Pelatih melakukan penyesuaian taktik dengan mendorong lini tengah bermain lebih agresif dan memaksimalkan bola-bola kedua.

Usaha tersebut akhirnya berbuah pada menit ke-60. Arlyansyah Abdulmanan memanfaatkan kemelut di depan gawang Persijap setelah skema serangan dari sisi kanan. Dengan penyelesaian tenang, bola bersarang ke gawang dan membuat stadion bergemuruh. Gol ini menjadi titik balik permainan dan meningkatkan kepercayaan diri Persija.


Persijap Kehilangan Fokus, Persija Tambah Gol

Tertinggal satu gol memaksa Persijap keluar dari zona nyaman. Mereka mulai berani menaikkan garis pertahanan demi mencari gol penyama. Namun, langkah ini justru memberi ruang lebih luas bagi Persija untuk mengeksploitasi celah.

Pada menit ke-79, Aditya Warman menggandakan keunggulan Persija. Berawal dari serangan cepat, ia menerima umpan matang di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung kiper Persijap. Skor berubah menjadi 2-0, sekaligus memupus harapan tim tamu untuk bangkit.


Klasemen dan Dampak Kemenangan

Kemenangan ini sangat krusial bagi Persija dalam persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026. Dengan 35 poin dari 16 laga, Persija terus menempel ketat pemuncak klasemen dan menjaga peluang juara tetap terbuka.

Bagi Persijap, kekalahan ini memperpanjang tren negatif dan membuat situasi di zona degradasi semakin genting. Dengan hanya sembilan poin, mereka dituntut segera menemukan konsistensi jika ingin bertahan di kasta tertinggi.


Catatan Positif dan Evaluasi

Persija patut diapresiasi atas dominasi permainan dan kedisiplinan hingga akhir laga. Meski babak pertama kurang efektif, respons di babak kedua menunjukkan kedewasaan tim dalam membaca pertandingan. Duet lini tengah tampil solid, sementara lini belakang relatif aman dari ancaman serius.

Namun, penyelesaian akhir tetap menjadi aspek yang perlu ditingkatkan, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat. Di sisi lain, Persijap menunjukkan semangat juang, tetapi kualitas dan kedalaman skuad masih menjadi tantangan besar.


Penutup

Laga Persija Jakarta vs Persijap Jepara berakhir dengan kemenangan meyakinkan Macan Kemayoran 2-0. Hasil ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga sinyal kuat bahwa Persija siap bersaing hingga akhir musim. Dengan performa yang terus menanjak dan dukungan penuh suporter, Persija kian percaya diri menatap laga-laga berikutnya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026.

Baca Juga : Dari Noriega ke Maduro, Pola Lama AS di Amerika Latin

Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabandar