BNN Tangkap 4 Tersangka Narkoba Liquid Vape
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Badan Narkotika Nasional mengungkap praktik peredaran narkotika dengan modus baru yang menyasar pengguna rokok elektrik atau vape. Dalam pengungkapan ini, petugas menangkap empat tersangka yang terlibat dalam produksi dan distribusi narkotika cair yang disuntikkan ke dalam liquid vape.
Pengungkapan tersebut dilakukan setelah BNN membongkar sebuah clandestine laboratory atau laboratorium narkotika tersembunyi yang beroperasi di sebuah apartemen di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Lokasi tersebut dijadikan tempat peracikan dan pengemasan narkotika cair sebelum diedarkan ke pasar.
Empat Tersangka Berhasil Diamankan
Empat tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial HS, DM, PS, dan HSN. Mereka seluruhnya merupakan warga negara Indonesia dengan peran yang berbeda-beda dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.
Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Budi Wibowo menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap jaringan narkotika yang memanfaatkan tren penggunaan vape di kalangan masyarakat.
Menurutnya, pengungkapan ini juga membuka fakta bahwa jaringan tersebut memiliki keterkaitan dengan pihak asing.
Dua WN Tiongkok Masih Buron
Selain empat tersangka yang telah ditangkap, BNN juga menetapkan dua tersangka lain yang berstatus warga negara asing asal Tiongkok. Keduanya diduga berperan penting dalam penyediaan bahan baku dan pengendalian jaringan, namun hingga kini masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Budi Wibowo menyebut bahwa sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam produksi narkotika cair tersebut diduga berasal dari luar negeri. Hal ini memperkuat indikasi adanya jaringan internasional dalam kasus ini.
Keberadaan DPO asing tersebut kini menjadi fokus pengejaran BNN melalui kerja sama lintas negara.
Peran Perempuan dalam Jaringan
Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik juga menemukan peran penting salah satu tersangka perempuan. Tersangka tersebut diketahui berfungsi sebagai peracik utama sekaligus pengendali operasional laboratorium narkotika cair.
BNN masih terus mendalami sejauh mana peran pengendalian yang dilakukan tersangka perempuan tersebut, termasuk keterkaitannya dengan dua buronan warga negara asing.
Peran ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika semakin kompleks dan tidak lagi terbagi secara konvensional antara produsen dan pengedar semata.
Modus Baru Narkotika Cair dalam Vape
Kasus ini menegaskan bahwa sindikat narkotika terus berinovasi dalam mengembangkan modus operandi. Penggunaan liquid vape sebagai media narkotika dinilai efektif untuk menyamarkan peredaran barang terlarang, sekaligus menjangkau segmen pengguna tertentu.
Menurut BNN, jaringan ini secara khusus menyasar kelompok penikmat vape, yang sebagian besar berasal dari kalangan muda. Liquid vape yang telah dicampur narkotika sulit dikenali secara kasat mata dan kerap dianggap sebagai produk legal.
Modus ini dinilai berbahaya karena pengguna bisa terpapar narkotika tanpa menyadari kandungan sebenarnya dari cairan yang dikonsumsi.
Vape dan Ancaman bagi Generasi Muda
Budi Wibowo menyoroti tren meningkatnya penggunaan vape di kalangan generasi muda. Banyak pengguna menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional, tanpa memahami risiko penyalahgunaan yang dapat menyertainya.
BNN mencatat bahwa persepsi tersebut dimanfaatkan oleh jaringan narkotika untuk memperluas pasar. Liquid vape yang telah disuntik narkotika dapat menyebabkan ketergantungan dan dampak kesehatan serius dalam jangka panjang.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran narkotika kini semakin menyusup ke gaya hidup modern.
Laboratorium Tersembunyi di Kawasan Hunian
Pembongkaran laboratorium narkotika di apartemen kawasan Ancol menunjukkan bagaimana sindikat memanfaatkan hunian vertikal sebagai lokasi produksi. Apartemen dinilai strategis karena relatif tertutup dan tidak mudah dicurigai oleh lingkungan sekitar.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai peralatan peracikan, bahan kimia, serta liquid vape siap edar. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Pendalaman dan Pengembangan Kasus
BNN menegaskan bahwa pengungkapan ini belum berhenti pada empat tersangka yang telah ditangkap. Penyidik terus mengembangkan kasus untuk menelusuri jaringan distribusi, aliran dana, serta keterlibatan pihak lain baik di dalam maupun luar negeri.
Koordinasi dengan aparat penegak hukum internasional juga dilakukan guna memburu dua tersangka warga negara asing yang masih buron.
Komitmen BNN Berantas Modus Baru Narkotika
Kasus narkotika liquid vape ini menjadi bukti bahwa ancaman narkoba terus berevolusi mengikuti perkembangan tren dan teknologi. BNN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan deteksi dan penindakan terhadap modus-modus baru peredaran narkotika.
Selain penegakan hukum, BNN juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk yang dikonsumsi, khususnya yang berkaitan dengan vape dan zat adiktif lainnya.
Peringatan bagi Masyarakat
BNN mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan generasi muda, untuk tidak mudah tergiur dengan tren tanpa memahami risikonya. Pengawasan terhadap peredaran vape dan liquid ilegal dinilai perlu ditingkatkan guna mencegah penyalahgunaan narkotika terselubung.
Pengungkapan ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bahwa narkotika dapat hadir dalam bentuk yang semakin sulit dikenali, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam memeranginya.
Baca Juga : Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Balik ke AS Roma?
Cek Juga Artikel Dari Platform : radarbandung

