Gusnar Mantapkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Gorut Siap!!!

Nasional

revisednews.com Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mematangkan langkah strategis dalam pengembangan sektor pangan berbasis peternakan. Gubernur Gusnar Ismail menegaskan keseriusan daerahnya dalam mempersiapkan pencanangan Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang berlokasi di Gorontalo Utara. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di wilayah utara provinsi tersebut.

Melalui rapat koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah memastikan setiap aspek persiapan berjalan sesuai rencana. Hilirisasi ayam tidak dipandang sekadar sebagai proyek pembangunan fisik, melainkan sebagai fondasi industri pangan berkelanjutan yang melibatkan peternak, pelaku usaha, hingga pemerintah.


Rapat Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Rapat koordinasi yang digelar di rumah jabatan gubernur melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, pimpinan legislatif daerah, serta jajaran pemerintah kabupaten turut hadir. Kehadiran mereka menegaskan bahwa program hilirisasi ini membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berjalan optimal.

Gubernur Gusnar menekankan bahwa setiap organisasi perangkat daerah memiliki peran penting. Koordinasi yang solid diperlukan agar tidak ada hambatan teknis maupun administratif saat pencanangan maupun pada tahap implementasi selanjutnya.


Desa Tolongio Jadi Lokasi Strategis

Salah satu fokus utama persiapan adalah kesiapan lokasi di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek. Kawasan ini dipilih karena dinilai strategis dan memiliki potensi lahan yang memadai untuk pengembangan klaster industri ayam terintegrasi. Pemerintah daerah telah menuntaskan penyiapan lahan seluas kurang lebih lima hektare yang akan menjadi pusat kegiatan industri.

Lokasi tersebut direncanakan menjadi titik awal pembangunan fasilitas utama, termasuk pabrik pakan ternak dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan lahan yang telah dipersiapkan, pemerintah optimistis tahapan pembangunan dapat segera dimulai tanpa kendala berarti.


Perhatian pada Kontur Lahan dan Akses Jalan

Dalam arahannya, Gusnar memberi perhatian khusus pada kondisi fisik lahan dan akses menuju lokasi. Kontur tanah serta kondisi jalan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, terutama untuk menjamin kelancaran mobilisasi saat pencanangan dan operasional industri ke depan.

Ia meminta instansi teknis untuk melakukan pengecekan menyeluruh dan segera melakukan perataan lahan apabila diperlukan. Akses jalan yang memadai dinilai krusial agar kegiatan industri tidak terhambat, baik pada tahap pembangunan maupun saat produksi berjalan.


Kunjungan Tim Pusat Jadi Momentum Penting

Persiapan ini juga dilakukan untuk menyambut rencana kunjungan tim dari pusat yang akan meninjau langsung kesiapan lokasi. Kunjungan tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk menunjukkan keseriusan dan kesiapan daerah dalam mengembangkan industri hilirisasi ayam terintegrasi.

Gusnar meminta seluruh jajaran pemerintah daerah merespons cepat setiap kebutuhan teknis yang muncul. Menurutnya, kesiapan yang matang akan memberikan kepercayaan lebih besar kepada pemerintah pusat dan mitra terkait dalam mendukung program ini.


Jagung Jadi Penopang Utama Industri Pakan

Selain kesiapan lahan, keberlanjutan suplai bahan baku menjadi perhatian utama. Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan jagung harus dijaga agar operasional pabrik pakan ternak dapat berjalan stabil. Jagung merupakan komponen dominan dalam formulasi pakan ayam, sehingga kesinambungan pasokan menjadi faktor kunci keberhasilan program.

Gorontalo dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung nasional. Potensi ini ingin dimaksimalkan melalui hilirisasi agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di sektor hulu, tetapi juga pada industri pengolahan dan distribusi.


Mendorong Keterlibatan Peternak Lokal

Program hilirisasi ayam terintegrasi juga dirancang untuk melibatkan peternak lokal secara aktif. Budidaya ayam akan dikembangkan oleh peternak mandiri, kelompok ternak, maupun koperasi. Hasil produksi tersebut kemudian diserap oleh industri pengolahan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menciptakan rantai pasok yang efisien. Dengan adanya kepastian pasar, peternak memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas produksinya.


Menuju Industri Pangan Berkelanjutan

Hilirisasi ayam terintegrasi tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa industri yang dibangun mampu bertahan dalam jangka panjang dan adaptif terhadap dinamika pasar serta tantangan global.

Pengalaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok internasional menjadi pelajaran penting. Dengan membangun industri terintegrasi di daerah, Gorontalo berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus berkontribusi pada swasembada protein hewani nasional.


Harapan Besar bagi Ekonomi Gorontalo Utara

Pencanangan program ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi perekonomian Gorontalo Utara. Selain membuka lapangan kerja baru, industri hilirisasi ayam berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan usaha kecil menengah.

Gubernur Gusnar menegaskan bahwa persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan. Dengan sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan, Gorontalo Utara optimistis dapat menjadi pusat pengembangan industri ayam terintegrasi yang berdaya saing dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform seputardigital.web.id