Puskesmas Kosambi Dirikan Posko Kesehatan Pascabanjir

Nasional

revisednews.com Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kosambi meninggalkan dampak besar bagi aktivitas dan kesehatan masyarakat. Setelah genangan mulai surut, perhatian beralih pada potensi munculnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi inilah yang mendorong Puskesmas Kosambi mengambil langkah cepat dengan mendirikan posko kesehatan di wilayah terdampak.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan warga tetap mendapatkan layanan medis meskipun berada dalam situasi pascabencana. Kehadiran posko kesehatan menjadi titik penting dalam masa pemulihan warga.


Wilayah Terdampak Menjadi Prioritas Layanan

Beberapa kawasan yang terdampak banjir ditetapkan sebagai lokasi utama pendirian posko kesehatan. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Dadap, Kelurahan Kosambi Barat, Desa Jatimulya, serta Desa Kosambi Timur.

Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat dampak banjir dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan penempatan yang strategis, warga dapat menjangkau layanan medis tanpa harus menempuh jarak jauh.


Kolaborasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Kosambi tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah kelurahan, aparat desa, kader kesehatan, serta relawan setempat.

Kerja sama lintas sektor tersebut memungkinkan pelayanan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, dukungan lingkungan sekitar turut membantu kelancaran operasional posko.


Layanan Medis Darurat Diberikan di Lokasi

Posko kesehatan difungsikan sebagai pusat layanan darurat bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan dasar, pengobatan ringan, serta konsultasi medis menjadi layanan utama yang disediakan.

Melalui pelayanan ini, keluhan kesehatan dapat segera ditangani tanpa harus menunggu kondisi memburuk. Hal tersebut sangat membantu warga yang masih mengalami keterbatasan mobilitas pascabanjir.


Kelompok Rentan Menjadi Fokus Utama

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi. Balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis menjadi prioritas pemeriksaan.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil dan terhindar dari komplikasi yang kerap muncul setelah bencana.


Pemantauan Kesehatan Dilakukan Secara Berkala

Tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tenaga kesehatan juga melakukan pemantauan lanjutan terhadap warga. Kunjungan berkala dilakukan guna memastikan tidak muncul gejala penyakit pascabanjir.

Langkah ini penting sebagai bentuk deteksi dini agar penanganan dapat segera diberikan bila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.


Edukasi PHBS Disampaikan kepada Warga

Selain layanan medis, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari kegiatan posko. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai langkah pencegahan penyakit.

Penyuluhan mencakup kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan air bersih, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tidak menjadi sumber penyakit.


Risiko Penyakit Pascabanjir Perlu Diwaspadai

Lingkungan pascabanjir berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Air kotor, lumpur, serta sampah sisa banjir dapat menjadi media penyebaran bakteri dan virus.

Penyakit kulit, diare, infeksi saluran pernapasan, hingga demam menjadi risiko yang harus diantisipasi bersama.


Tenaga Medis Siaga di Lapangan

Salah satu tenaga medis, dr. Anis, menyampaikan bahwa pendirian posko bertujuan memastikan masyarakat tetap dalam kondisi sehat. Kehadiran petugas secara langsung memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat.

Menurutnya, respons awal sangat menentukan keberhasilan pemulihan kesehatan warga pascabencana.


Pendekatan Humanis Diterapkan dalam Pelayanan

Pelayanan kesehatan diberikan dengan pendekatan yang ramah dan empatik. Petugas tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada warga.

Pendekatan ini dinilai membantu mengurangi kecemasan masyarakat yang terdampak banjir.


Logistik Kesehatan Disiapkan Secara Memadai

Agar pelayanan berjalan optimal, berbagai perlengkapan medis telah disiapkan. Obat-obatan dasar, alat pemeriksaan, serta kebutuhan pendukung tersedia di setiap posko.

Kesiapan logistik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.


Peran Aktif Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Pemulihan kesehatan tidak dapat berjalan tanpa peran aktif warga. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti arahan petugas menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Keterlibatan masyarakat turut mempercepat kondisi lingkungan kembali aman.


Monitoring Lingkungan Terus Dilakukan

Pemantauan tidak hanya menyasar kondisi warga, tetapi juga lingkungan sekitar. Saluran air, tempat pembuangan sampah, dan area pemukiman menjadi fokus pengawasan.

Upaya ini bertujuan mencegah munculnya sumber penyakit baru.


Komitmen Pelayanan Hingga Kondisi Normal

Puskesmas Kosambi menegaskan komitmennya untuk tetap hadir selama masa pemulihan berlangsung. Posko kesehatan akan terus beroperasi sesuai kebutuhan lapangan.

Pendampingan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kesehatan masyarakat hingga kondisi sepenuhnya pulih.


Penutup

Pendirian posko kesehatan pascabanjir oleh Puskesmas Kosambi menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Melalui layanan medis, pemantauan kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit, upaya pemulihan dilakukan secara menyeluruh.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi warga, kesehatan masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap terjaga. Kehadiran posko ini sekaligus menegaskan bahwa layanan kesehatan akan selalu hadir di saat masyarakat paling membutuhkan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com