ESDM Resmikan Pengiriman Pipa Proyek Gas Dusem

Nasional

revisednews.com Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur energi untuk memperkuat ketahanan nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui proyek Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai–Sei Mangkei atau Dusem. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi melepas pengiriman perdana pipa untuk proyek tersebut sebagai bagian dari percepatan konektivitas gas di Pulau Sumatera.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pembangunan pipa Dusem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Tujuannya adalah mengintegrasikan jaringan gas bumi dari Sumatera Utara hingga Riau agar pasokan energi lebih merata dan efisien.

Langkah ini dinilai penting dalam mendukung program diversifikasi energi sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.


Dorong Integrasi Jaringan Gas Sumatera

Proyek transmisi gas Dusem dirancang untuk menghubungkan infrastruktur gas yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera. Integrasi ini diharapkan memperkuat distribusi gas bagi sektor industri, komersial, dan masyarakat.

Menurut Laode, pembangunan pipa transmisi menjadi kunci untuk membuka akses energi yang lebih luas. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan pemanfaatan gas sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien.

Dengan adanya jaringan yang terhubung, potensi pertumbuhan industri berbasis gas di Sumatera juga semakin besar.


Investasi Besar untuk Ketahanan Energi

Nilai investasi proyek ini mencapai Rp6,5 triliun. Pipa transmisi Dusem dirancang memiliki kapasitas desain sebesar 109,2 juta kaki kubik per hari atau MMSCFD.

Pembangunan proyek telah dimulai dan ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah direncanakan. Jika selesai tepat waktu, proyek ini akan menjadi tulang punggung distribusi gas di Sumatera.

Integrasi jaringan tersebut diharapkan mendukung hilirisasi industri sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.


Dua Segmen Utama dengan Kontraktor Berbeda

Jaringan pipa Dusem memiliki panjang total sekitar 541,8 kilometer dan dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama menghubungkan SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 kilometer.

Segmen ini dikerjakan oleh kerja sama operasi PT Wijaya Karya dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp3,6 triliun.

Sementara itu, segmen kedua membentang dari Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas Duri sepanjang 262 kilometer. Pengerjaannya melibatkan konsorsium PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya, PT Sumber Bangun Sentosa, serta PT Singgar Mulia dengan nilai kontrak Rp2,8 triliun.

Pembagian ini dilakukan agar proses pembangunan berjalan lebih efektif dan terkontrol.


Progres Fisik Melebihi Target Awal

Berdasarkan laporan pelaksanaan, capaian proyek menunjukkan hasil positif. Hingga pekan kedelapan, progres pekerjaan Engineering-Procurement-Construction atau EPC berada di atas target yang ditetapkan.

Segmen pertama telah mencapai realisasi lebih dari 12 persen, melampaui rencana awal sekitar 7 persen. Sementara itu, segmen kedua juga mencatat kemajuan lebih dari 12 persen dibanding target awal sekitar 10 persen.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai timeline dan mendapat dukungan koordinasi yang baik antar pihak.


Komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri

Salah satu poin penting dalam proyek ini adalah penggunaan pipa produksi dalam negeri. Target Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN pada EPC segmen pertama mencapai 60,9 persen.

Untuk segmen kedua, komitmen TKDN bahkan berada di kisaran 62,49 persen. Hal ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya memperkuat infrastruktur energi, tetapi juga mendorong industri manufaktur nasional.

Pemanfaatan produk dalam negeri menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat daya saing industri lokal.


Distribusi Material Mulai Bergerak

Percepatan progres fisik proyek turut didukung kelancaran distribusi material. Pengiriman pipa batch pertama untuk segmen satu telah dimulai melalui jalur laut menggunakan tongkang.

Ribuan batang pipa dikirim untuk memastikan pekerjaan konstruksi dapat berjalan tanpa hambatan. Selanjutnya, pengiriman pipa untuk segmen dua dilakukan melalui jalur darat menggunakan armada trailer lowbed.

Distribusi yang terencana dengan baik menjadi faktor penting agar proyek tetap berada dalam jadwal.


Apresiasi untuk Tim dan Kontraktor

Laode Sulaeman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini. Ia menilai kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan kontraktor berjalan solid.

Menurutnya, koordinasi yang baik membuat progres pembangunan tetap sesuai rencana. Ia berharap semangat kolaborasi ini terus dijaga hingga proyek selesai.

Di sisi lain, Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh proyek ini.

Ia menegaskan bahwa kerja sama dan teamwork menjadi kunci agar proyek besar seperti Dusem dapat diselesaikan dengan lancar.


Langkah Strategis Menuju Energi Bersih

Proyek pipa transmisi gas Dusem bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Gas bumi dinilai sebagai sumber energi transisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Dengan jaringan yang terintegrasi, distribusi gas akan lebih efisien dan merata.

Melalui percepatan proyek ini, pemerintah berharap konektivitas energi Sumatera semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform musicpromote.online