revisednews.com Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan sebagai momentum refleksi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah. Peringatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai-nilai keluarga dan pendidikan anak.
Kegiatan yang berlangsung di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna. Para anggota DWP, pejabat daerah, serta tamu undangan mengikuti rangkaian acara dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Seminar Pengasuhan Positif sebagai Inti Kegiatan
Peringatan HUT DWP dirangkai dengan seminar bertema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri (Pengasuhan Positif)”. Tema ini dipilih untuk menegaskan pentingnya pola asuh yang sehat, empatik, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak secara holistik.
Sebagai narasumber, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Aceh, Amrina Habibi, menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pengasuhan positif dalam keluarga. Ia menekankan bahwa pemenuhan hak anak dimulai dari rumah, dengan orang tua sebagai aktor utama.
Tema Besar Menuju Indonesia Emas
Penasehat DWP Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-26 DWP mengusung tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Menurutnya, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk memperkuat peran nyata DWP dalam mendukung pendidikan anak. Organisasi ini memiliki posisi strategis karena anggotanya adalah para istri Aparatur Sipil Negara yang memiliki peran ganda di keluarga dan masyarakat.
Ibu sebagai Pendidik Pertama dan Utama
Dalam sambutannya, Rita Mayasari menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Fondasi utama pendidikan justru dibangun di lingkungan keluarga. Di sinilah peran ibu menjadi sangat menentukan dalam membentuk karakter, akhlak, dan kecerdasan anak.
Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, empati, dan tanggung jawab pertama kali dikenalkan oleh orang tua. Jika fondasi ini kuat, anak akan lebih siap menghadapi tantangan di luar rumah. Oleh karena itu, DWP mendorong para ibu untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam mendidik anak.
Peran Strategis DWP dalam Pembangunan Daerah
Dharma Wanita Persatuan dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Selain mendukung tugas suami sebagai ASN, DWP juga berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Peran ini menjadikan DWP sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.
Melalui berbagai program, DWP berupaya meningkatkan kualitas keluarga ASN. Keluarga yang harmonis dan berpendidikan diyakini akan melahirkan generasi yang berkualitas. Dengan demikian, kontribusi DWP tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga pada masyarakat luas.
Pengasuhan Positif sebagai Investasi Masa Depan
Seminar pengasuhan positif yang digelar dalam rangkaian acara menjadi pengingat pentingnya pendekatan yang penuh empati dalam mendidik anak. Pengasuhan positif menekankan komunikasi yang baik, penghargaan terhadap anak, serta pembinaan tanpa kekerasan.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Dengan pola asuh yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Investasi dalam pengasuhan positif dianggap sebagai langkah strategis menuju generasi emas.
Sinergi Keluarga, Organisasi, dan Pemerintah
Peringatan HUT DWP ke-26 di Aceh Besar juga menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, organisasi perempuan, dan pemerintah daerah. Ketiganya memiliki peran saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Pemerintah daerah memberikan dukungan kebijakan, DWP berperan dalam penguatan keluarga, sementara keluarga menjadi pelaksana utama pendidikan anak. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi pembangunan sumber daya manusia.
Tantangan Pendidikan Anak di Era Modern
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tantangan pendidikan anak semakin kompleks. Anak-anak kini dihadapkan pada arus informasi yang deras dan beragam pengaruh eksternal. Kondisi ini menuntut peran orang tua yang lebih adaptif dan responsif.
DWP mendorong para ibu untuk terus belajar dan menyesuaikan pola asuh dengan perkembangan zaman. Pendidikan karakter dan penguatan nilai keluarga menjadi kunci agar anak mampu menyaring pengaruh negatif dan memanfaatkan peluang positif.
Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Peringatan HUT ke-26 DWP di Aceh Besar ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat peran perempuan dalam pendidikan anak bangsa. Seluruh elemen yang terlibat sepakat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.
Dengan peran aktif ibu, dukungan organisasi seperti DWP, serta sinergi pemerintah daerah, Aceh Besar optimistis dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pendidikan yang dimulai dari keluarga diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabumi.web.id
