Bina Marga Jaksel Tangani 2.531 Titik Jalan Berlubang hingga Februari 2026

Uncategorized

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menangani sebanyak 2.531 titik jalan berlubang hingga awal Februari 2026. Meski demikian, masih terdapat ratusan titik jalan berlubang yang belum diperbaiki dan berpotensi bertambah seiring curah hujan yang masih tinggi di wilayah DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menyampaikan bahwa perbaikan jalan berlubang terus dilakukan secara bertahap untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Jumlah jalan berlubang yang sudah ditindaklanjuti 2.531 titik. Jumlah jalan berlubang yang belum ditindaklanjuti 161 titik,” kata Rifki Rismal, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.

Rifki menjelaskan bahwa total titik jalan berlubang yang terdata di wilayah Jakarta Selatan mencapai 2.692 titik hingga awal Februari 2026.

Jalan Berlubang Masih Berpotensi Bertambah

Rifki menegaskan bahwa jumlah jalan berlubang di Jakarta Selatan berpotensi terus meningkat apabila curah hujan masih sering turun. Kondisi cuaca ekstrem dan musim hujan menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.

“Jumlah jalan berlubang pastinya akan terus bertambah bila hujan masih terus turun,” ungkap Rifki.

Air hujan yang menggenang dapat masuk ke celah aspal dan memperlemah struktur permukaan jalan. Jika dilewati kendaraan berat secara terus-menerus, kerusakan akan semakin cepat terjadi hingga akhirnya terbentuk lubang.

Dampak Jalan Berlubang bagi Pengguna Jalan

Jalan berlubang bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Lubang di jalan dapat menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Beberapa risiko yang dapat muncul akibat jalan berlubang antara lain:

  • Pengendara terjatuh karena kehilangan keseimbangan
  • Kerusakan kendaraan seperti ban pecah atau velg rusak
  • Kemacetan karena kendaraan menghindari lubang
  • Risiko kecelakaan beruntun di jalan padat

Karena itu, penanganan cepat jalan berlubang menjadi prioritas penting bagi pemerintah daerah.

Upaya Sudin Bina Marga Jakarta Selatan

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan terus melakukan perbaikan dengan menurunkan petugas ke lapangan. Perbaikan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, hasil patroli rutin, serta pemetaan titik kerusakan jalan.

Perbaikan jalan berlubang umumnya dilakukan dengan metode tambal sulam menggunakan aspal hotmix, terutama untuk penanganan cepat.

Selain itu, untuk jalan yang mengalami kerusakan berat, biasanya akan dilakukan perbaikan lebih menyeluruh melalui pelapisan ulang atau rekonstruksi jalan.

Langkah ini dilakukan agar kualitas jalan tetap terjaga dan tidak mudah rusak kembali.

Musim Hujan Jadi Tantangan Infrastruktur

Musim hujan memang menjadi tantangan besar dalam pemeliharaan infrastruktur jalan. Curah hujan tinggi dapat mempercepat degradasi aspal, terutama pada jalan dengan lalu lintas padat.

Beberapa faktor yang memperparah kerusakan jalan saat musim hujan antara lain:

  • Genangan air yang lama surut
  • Drainase yang kurang optimal
  • Beban kendaraan berat
  • Kualitas permukaan jalan yang sudah menurun
  • Perubahan suhu yang memengaruhi struktur aspal

Karena itu, selain penambalan, pemerintah juga perlu memperkuat sistem drainase agar air tidak mudah menggenang di permukaan jalan.

Peran Masyarakat dalam Pelaporan

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan jalan berlubang yang membahayakan. Laporan warga dapat membantu petugas lebih cepat mendeteksi titik kerusakan.

Beberapa cara pelaporan biasanya melalui:

  • Aplikasi pengaduan resmi Pemprov DKI
  • Media sosial instansi terkait
  • Laporan langsung ke kelurahan atau kecamatan
  • Call center layanan publik

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pentingnya Pemeliharaan Jalan Secara Berkala

Kasus ribuan titik jalan berlubang ini menunjukkan bahwa pemeliharaan jalan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya saat kerusakan sudah parah.

Pemeliharaan berkala meliputi:

  • Pemeriksaan kondisi aspal secara rutin
  • Perbaikan retakan kecil sebelum menjadi lubang
  • Peningkatan kualitas drainase
  • Rekonstruksi jalan di titik rawan rusak
  • Pengawasan terhadap kendaraan overload

Langkah preventif ini dapat mengurangi biaya perbaikan besar di kemudian hari.

Komitmen Pemprov DKI dalam Infrastruktur Jalan

Perbaikan jalan berlubang menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga infrastruktur transportasi yang aman dan nyaman. Jakarta Selatan sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas tinggi membutuhkan jalan yang layak agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa hambatan.

Dengan penanganan ribuan titik jalan berlubang, pemerintah berharap kualitas jalan semakin baik dan risiko kecelakaan dapat ditekan.

Namun, pekerjaan ini masih berlanjut karena masih ada 161 titik jalan berlubang yang belum diperbaiki hingga awal Februari 2026.

Penutup

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menangani 2.531 titik jalan berlubang hingga awal Februari 2026. Dari total 2.692 titik yang terdata, masih terdapat 161 titik yang belum ditindaklanjuti.

Kasudin Bina Marga Jaksel Rifki Rismal menyebut jumlah jalan berlubang berpotensi bertambah jika curah hujan masih tinggi. Pemerintah terus melakukan perbaikan bertahap demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara serta aktif melaporkan jika menemukan jalan berlubang yang membahayakan.

Baca juga : Keterbukaan Informasi Publik dan Batas Privasi Pejabat

Cek Juga Artikel Dari Platform : petanimal