revisednews.com Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta terus menegaskan komitmennya dalam membangun keseimbangan antara keunggulan akademik dan penguatan nilai spiritual. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengajian yang digelar menjelang pelaksanaan ujian akhir semester.
Kegiatan pengajian ini menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika FKIP. Di tengah kesibukan perkuliahan dan persiapan akademik, penguatan spiritual dinilai penting agar mahasiswa dan dosen memiliki ketenangan batin serta orientasi nilai yang jelas.
Pengajian kampus tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter calon pendidik yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Simbol Dua Jari sebagai Identitas FKIP
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS, Anam Sutopo, dalam sambutannya mengulas makna simbol dua jari yang menjadi identitas FKIP.
Ia menjelaskan bahwa ibu jari melambangkan apresiasi, komunikasi, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut penting dimiliki oleh calon pendidik yang kelak akan berperan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas dan masyarakat.
Sementara itu, jari telunjuk dimaknai sebagai simbol kekuatan dan ketauhidan. Nilai ketauhidan menjadi fondasi utama dalam membangun karakter pendidik yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kombinasi kedua simbol tersebut mencerminkan cita-cita FKIP UMS untuk melahirkan insan akademik yang cakap, hebat, dan islami.
Spiritualitas sebagai Fondasi Pendidikan
Anam Sutopo menegaskan bahwa penguatan spiritualitas bukanlah aspek tambahan, melainkan fondasi utama dalam proses pendidikan. Pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif dinilai belum cukup untuk membentuk manusia seutuhnya.
Dalam konteks FKIP, spiritualitas menjadi elemen penting karena lulusan fakultas ini dipersiapkan menjadi pendidik. Seorang pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga menjadi teladan moral bagi peserta didik.
Melalui pengajian dan kegiatan keislaman, FKIP UMS berupaya menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai rujukan dalam kehidupan akademik dan sosial.
Program Islami yang Berkelanjutan
FKIP UMS tidak berhenti pada satu kegiatan pengajian. Fakultas ini telah menggagas berbagai program islami yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap program studi.
Program-program tersebut antara lain kegiatan mengaji rutin, program tahsin, kajian subuh, serta kajian keislaman tematik. Seluruh program dirancang untuk membangun kedekatan sivitas akademika dengan Allah SWT.
Menurut Anam, program islami ini merupakan bentuk ikhtiar untuk menciptakan lingkungan akademik yang harmonis secara spiritual. Lingkungan yang religius diyakini dapat membentuk suasana belajar yang lebih kondusif dan penuh keberkahan.
Meneladani Amalan Rasulullah
Tema pengajian menekankan pentingnya meneladani amalan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keteladanan Rasulullah dipandang relevan dalam konteks kehidupan kampus.
Sikap jujur, amanah, disiplin, dan rendah hati menjadi nilai yang perlu diinternalisasi oleh mahasiswa dan dosen. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga membentuk karakter pendidik yang berakhlak mulia.
Pengajian ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak. Tanpa akhlak, ilmu kehilangan maknanya.
Kesiapan Mental Menjelang Ujian
Pelaksanaan pengajian menjelang ujian akhir semester juga memiliki makna strategis. Ujian sering kali menjadi momen yang menimbulkan tekanan psikologis bagi mahasiswa.
Melalui penguatan spiritual, mahasiswa diharapkan memiliki ketenangan batin dalam menghadapi ujian. Sikap tawakal, disiplin, dan usaha maksimal menjadi kombinasi penting dalam mencapai hasil yang optimal.
FKIP UMS memandang bahwa kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan akademik. Pengajian menjadi sarana untuk menata niat dan mempersiapkan diri secara holistik.
Informasi Strategis tentang PPG Prajabatan
Dalam kesempatan tersebut, Anam Sutopo juga menyampaikan informasi penting terkait Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. FKIP UMS mendapatkan kuota yang cukup besar untuk program tersebut.
Kuota PPG Prajabatan ini mencakup beberapa program studi strategis seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Teknik Informatika, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Capaian ini menunjukkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap kualitas FKIP UMS. Posisi FKIP UMS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan kuota PPG terbesar menjadi kebanggaan tersendiri.
Integrasi Akademik dan Keislaman
Kegiatan pengajian mencerminkan integrasi antara akademik dan keislaman yang menjadi ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah. FKIP UMS berupaya menjaga keseimbangan antara keduanya.
Integrasi ini penting agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan nilai yang kuat. Pendidikan yang berorientasi nilai akan melahirkan pendidik yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
FKIP UMS menempatkan nilai Islam sebagai ruh dalam setiap aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
Harapan bagi Sivitas Akademika
Melalui kegiatan pengajian, pimpinan FKIP berharap seluruh sivitas akademika dapat terus meningkatkan kualitas diri. Baik dalam aspek keilmuan, spiritualitas, maupun pengabdian sosial.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi calon pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter. Sementara dosen dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman.
Kebersamaan dalam kegiatan spiritual juga diharapkan mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan FKIP UMS.
Penutup
Pengajian yang digelar FKIP UMS menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam membangun pendidikan yang holistik. Penguatan spiritualitas melalui keteladanan Rasulullah menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter calon pendidik.
Dengan berbagai program islami yang berkelanjutan, FKIP UMS menegaskan identitasnya sebagai fakultas yang cakap, hebat, dan islami. Integrasi nilai akademik dan spiritual diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

Cek Juga Artikel Dari Platform faktagosip.web.id
