revisednews.com Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama di tingkat Provinsi Gorontalo berlangsung semarak melalui kegiatan jalan sehat kerukunan. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan lintas umat beragama dan wujud nyata komitmen menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Gorontalo.
Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie secara langsung melepas peserta jalan sehat yang mengambil titik awal di halaman kantor wilayah Kementerian Agama provinsi. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya memperkuat persatuan dan toleransi.
Peserta Lintas Elemen Ramaikan Kegiatan
Jalan sehat kerukunan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan institusi. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaswad Sartono turut hadir bersama jajaran kepala kantor kementerian agama kabupaten dan kota. Selain itu, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional Gorontalo, pimpinan OPD pemerintah provinsi, serta aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag ikut ambil bagian.
Keikutsertaan lintas elemen ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan. Jalan sehat tidak sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Rute Jalan Sehat Jadi Simbol Kebersamaan
Rute jalan sehat dirancang mengelilingi sejumlah ruas jalan utama kota. Peserta memulai langkah dari halaman Kanwil Kemenag, menyusuri Jalan Thayeb M. Gobel dan Andalas, kemudian berbelok ke Jalan Tondano sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang rute, peserta terlihat antusias berjalan bersama, saling menyapa, dan menikmati suasana kebersamaan.
Rute ini dipilih bukan hanya karena aksesibilitasnya, tetapi juga sebagai simbol bahwa kerukunan harus dijalani bersama dalam ruang publik yang sama. Pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Gubernur: Kerukunan Fondasi Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama merupakan fondasi penting bagi stabilitas daerah. Menurutnya, ketika masyarakat hidup rukun, roda pemerintahan, pembinaan sosial, dan pembangunan akan berjalan lebih lancar.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan jalan sehat ini sebagai momentum mempererat persaudaraan. Dengan tubuh yang sehat dan hubungan sosial yang harmonis, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi lebih optimal bagi kemajuan daerah.
Peran Kemenag dalam Menjaga Harmoni Sosial
Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial. Melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis, Kemenag berupaya memperkuat toleransi dan saling pengertian antarumat beragama.
Hari Amal Bhakti menjadi momentum refleksi atas peran tersebut. Jalan sehat kerukunan dipilih sebagai bentuk perayaan yang sederhana namun sarat makna, mengingatkan bahwa persatuan dibangun melalui kebersamaan dan aktivitas positif.
Makna Jalan Sehat bagi Masyarakat Gorontalo
Bagi masyarakat Gorontalo, jalan sehat ini bukan sekadar peringatan seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, melepas penat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Kegiatan olahraga bersama juga membawa pesan penting tentang gaya hidup sehat. Pemerintah daerah ingin mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai modal dasar beraktivitas dan berkarya.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Pelepasan jalan sehat oleh gubernur dan wakil gubernur menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan pimpinan daerah memberi energi positif bagi pelaksanaan kegiatan dan menumbuhkan rasa kebanggaan bagi peserta.
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan. Kerukunan yang terjaga akan memudahkan kolaborasi lintas sektor, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun ekonomi.
Kerukunan sebagai Identitas Gorontalo
Gorontalo dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai religius dan toleransi. Jalan sehat kerukunan dalam rangka HAB Kemenag memperkuat identitas tersebut. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.
Pemerintah provinsi berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Kerukunan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, mulai dari lingkungan terkecil hingga ruang publik yang lebih luas.
Menatap Kebersamaan ke Depan
Melalui jalan sehat kerukunan, peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag di Gorontalo meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya persatuan. Dengan tubuh yang sehat dan hubungan sosial yang harmonis, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan pembangunan dengan optimisme.
Gubernur Gusnar menegaskan bahwa kerukunan adalah modal utama menuju kemajuan. Dengan menjaga persaudaraan dan toleransi, Gorontalo diyakini dapat terus tumbuh sebagai provinsi yang damai, inklusif, dan berdaya saing.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
