Kemkomdigi dan BP Taskin Bangun Sistem Digital Bansos Tepat

Nasional

revisednews.com Pemerintah terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi. Salah satu langkah terbaru adalah pembangunan sistem digital terpadu untuk memastikan bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi benar-benar diterima oleh warga miskin yang berhak.

Inisiatif ini dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital dan BP Taskin. Fokus utamanya adalah pemanfaatan teknologi digital agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, serta mampu membuka akses ekonomi baru bagi kelompok rentan.

Selama ini, salah satu tantangan besar dalam program bantuan sosial adalah masalah data penerima. Ketidaktepatan sasaran sering terjadi akibat pembaruan data yang lambat, tumpang tindih program, atau keterbatasan koordinasi antarinstansi. Digitalisasi diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut dengan sistem yang lebih rapi dan terhubung.


Digitalisasi Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pembangunan sistem digital tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata. Menurutnya, digitalisasi harus memberi dampak nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan.

Ia menyampaikan kesiapan Kemkomdigi untuk berkolaborasi dengan BP Taskin dalam memilih prioritas program yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Digitalisasi pemerintahan, kata Meutya, merupakan pintu utama untuk mempercepat efektivitas perlindungan sosial.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi prasyarat penting karena persoalan kemiskinan tidak bisa ditangani oleh satu institusi saja. Dengan sistem yang terintegrasi, program bantuan dapat lebih mudah dipantau, dievaluasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.


Kemkomdigi Tidak Hanya Bangun Infrastruktur

Meutya juga menjelaskan bahwa peran Kemkomdigi bukan hanya menyediakan jaringan dan platform digital. Lebih dari itu, kementerian juga memiliki tanggung jawab memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Penguatan literasi digital menjadi bagian penting agar warga miskin tidak hanya menjadi penerima bantuan pasif, tetapi juga mampu mengakses peluang ekonomi baru melalui teknologi. Dengan keterampilan digital, masyarakat dapat terhubung ke pasar, pelatihan kerja, hingga program pemberdayaan berbasis komunitas.

Digitalisasi yang inklusif diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses, sehingga warga miskin tidak tertinggal dalam transformasi ekonomi digital yang semakin cepat.


BP Taskin Dorong Ekonomi Akar Rumput Lewat Teknologi

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa sektor digital memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, teknologi membuka peluang ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat di tingkat akar rumput.

Budiman melihat digitalisasi bukan hanya alat administrasi, tetapi juga jembatan menuju kemandirian ekonomi. Dengan akses teknologi, warga miskin dapat terlibat dalam kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menekankan bahwa kemiskinan tidak cukup ditangani dengan bantuan tunai semata. Dibutuhkan sistem yang mendorong pemberdayaan agar masyarakat dapat naik kelas secara berkelanjutan.


Program SITASKIN dengan Pendekatan Berdata, Berdana, Berdaya

Dalam kerja sama ini, BP Taskin membawa inisiatif program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau SITASKIN. Program ini mengusung pendekatan Berdata, Berdana, dan Berdaya.

Berdata berarti program berbasis pada data yang akurat dan terus diperbarui. Berdana berarti adanya dukungan pembiayaan yang tepat untuk kegiatan produktif. Berdaya berarti masyarakat didorong agar mampu mandiri melalui pemberdayaan ekonomi.

Melalui skema ini, warga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas. Budiman menjelaskan adanya konsep Poin Amal Sosial, yaitu penghargaan bagi warga yang berkontribusi dalam kegiatan sosial.

Poin tersebut dapat ditukar dalam komunitas, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sosial ekonomi di tingkat lokal.


Teknologi sebagai Kunci Transparansi dan Akuntabilitas

Sistem digital terpadu yang dibangun Kemkomdigi dan BP Taskin juga diharapkan memperkuat transparansi penyaluran bantuan. Dengan platform terintegrasi, pemerintah dapat memantau distribusi bantuan secara real time dan mengurangi risiko penyalahgunaan.

Digitalisasi juga memungkinkan evaluasi program yang lebih cepat. Jika ada penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, data dapat diperbarui. Jika ada warga miskin yang belum terjangkau, sistem bisa segera mengidentifikasi.

Langkah ini akan meningkatkan akuntabilitas pemerintah sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial.


Harapan untuk Pengentasan Kemiskinan yang Lebih Efektif

Kerja sama antara Kemkomdigi dan BP Taskin mencerminkan arah baru pengentasan kemiskinan di Indonesia. Bantuan sosial tidak hanya dilihat sebagai distribusi dana, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju pemberdayaan ekonomi.

Dengan sistem digital yang terintegrasi, program perlindungan sosial dapat lebih tepat sasaran. Pada saat yang sama, teknologi dapat membuka akses usaha, pendapatan, dan peluang baru bagi kelompok rentan.

Budiman berharap dukungan Kemkomdigi dalam penyediaan teknologi dapat membuat program SITASKIN berjalan lebih efektif serta meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas.


Penutup

Pembangunan sistem digital terpadu oleh Kemkomdigi dan BP Taskin menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan mendorong kemandirian ekonomi warga miskin. Kolaborasi ini menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Melalui program SITASKIN dengan pendekatan Berdata, Berdana, dan Berdaya, pemerintah berharap pengentasan kemiskinan dapat dilakukan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Teknologi kini menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan perlindungan sosial yang adil sekaligus membuka jalan bagi masyarakat rentan untuk bangkit secara ekonomi.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id