Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Balik ke AS Roma?

Uncategorized

Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Balikan dengan AS Roma?

Masa depan Mohamed Salah kembali menjadi topik hangat di bursa transfer Eropa. Winger andalan Liverpool itu dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi besar dalam kariernya pada tahun 2026, termasuk kemungkinan hengkang dari Anfield. Di tengah spekulasi tersebut, muncul nama lama yang tak asing bagi Salah: AS Roma.

Rumor ini mencuat setelah laporan media Italia menyebutkan bahwa Roma tertarik memulangkan Salah sebagai bagian dari proyek besar mereka di Serie A. Meski hubungannya dengan pelatih Liverpool Arne Slot sempat memanas, situasi internal di Anfield kini disebut lebih kondusif. Namun, isu kepindahan Salah tetap hidup, seiring kontraknya yang terus menjadi perbincangan dan ambisi pribadi sang pemain yang belum sepenuhnya terpenuhi.


Hubungan Salah dan Liverpool: Mereda Tapi Belum Tuntas

Dalam dua bulan terakhir, dinamika hubungan antara Salah dan Arne Slot menjadi sorotan. Sang winger sempat melontarkan kritik terbuka terhadap pendekatan taktik sang pelatih, memicu spekulasi bahwa ia mulai tidak bahagia di Liverpool. Meski sebelum Piala Afrika hubungan keduanya dilaporkan membaik, banyak pihak menilai situasi tersebut belum sepenuhnya selesai.

Liverpool sendiri berada di fase transisi. Beberapa pemain senior mulai memasuki usia puncak, sementara klub juga berusaha menyeimbangkan regenerasi dengan ambisi juara. Dalam konteks ini, masa depan Salah menjadi tanda tanya besar: apakah ia masih menjadi pusat proyek jangka panjang The Reds, atau justru waktunya mencari tantangan baru?


AS Roma dan Proyek Ambisius Serie A

Menurut laporan media Italia, Roma melihat Salah sebagai figur ideal untuk mengangkat level tim. Di bawah proyek baru yang dipimpin Gian Piero Gasperini, Il Lupi mulai menunjukkan konsistensi sebagai penantang serius gelar Serie A. Mereka membutuhkan pemain berpengalaman yang bisa menjadi pembeda di laga-laga besar—dan nama Salah masuk dalam kategori tersebut.

Bagi Roma, memulangkan Salah bukan sekadar nostalgia. Mereka menilai sang winger masih berada di level tertinggi sepak bola Eropa dan mampu memberikan dampak instan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pengalaman Salah di Premier League dan Liga Champions dianggap sebagai aset berharga untuk membawa Roma naik satu tingkat.


Ikatan Emosional Salah dengan Olimpico

Salah bukan sosok asing bagi publik Olimpico. Ia pernah membela Roma pada periode 2015–2017 dan meninggalkan kesan mendalam lewat performa impresifnya. Dari sanalah namanya melambung sebelum akhirnya hijrah ke Liverpool dan menjelma menjadi salah satu penyerang paling mematikan di dunia.

Kembali ke Roma bisa menjadi kisah “lingkaran sempurna” dalam karier Salah. Ia pernah meninggalkan Italia tanpa satu pun gelar Serie A, dan peluang untuk kembali sebagai bintang besar membuka kesempatan menuntaskan ambisi yang tertunda: mengangkat trofi scudetto.


Rayuan Roma dan Ambisi yang Belum Tercapai

Laporan yang sama menyebutkan bahwa Roma sudah mulai melakukan pendekatan kepada pihak Salah. Mereka menawarkan proyek jangka menengah dengan target realistis menantang gelar Serie A dan tampil kompetitif di Eropa. Salah, yang kini berusia 32 tahun, disebut masih memiliki hasrat besar untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Berbeda dengan opsi hijrah ke Timur Tengah yang menjanjikan kekayaan finansial, Roma menawarkan sesuatu yang lebih bernuansa prestasi. Inilah yang membuat peluang “balikan” ini tidak bisa dianggap angin lalu.


Faktor Gaji Jadi Penghalang Utama

Meski ketertarikan itu nyata, Roma menghadapi tantangan besar: tuntutan gaji Salah. Sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Liverpool, Salah dipastikan tidak ingin mengalami penurunan signifikan jika pindah klub.

Roma dikenal lebih berhati-hati dalam struktur gaji dibanding klub-klub Premier League. Untuk mengakomodasi Salah, mereka kemungkinan harus melakukan penyesuaian besar, baik dengan melepas pemain lain atau mengandalkan dukungan finansial tambahan dari pemilik klub.


Masih Ingin Bermain di Level Tertinggi

Salah dilaporkan masih ingin bermain di kompetisi elite Eropa. Ia merasa secara fisik dan mental masih mampu bersaing di liga top, baik Premier League maupun Serie A. Keputusan ini menunjukkan bahwa ambisi olahraga masih menjadi prioritas, bukan sekadar keuntungan finansial.

Bagi Liverpool, situasi ini menempatkan klub dalam dilema. Di satu sisi, mempertahankan Salah berarti menjaga daya saing tim. Di sisi lain, jika kontraknya tidak diperpanjang dengan syarat yang disepakati bersama, melepasnya pada waktu yang tepat bisa menjadi langkah strategis.


Perspektif Liverpool dan Dampaknya bagi Skuad

Jika Salah benar-benar hengkang, Liverpool harus memikirkan pengganti yang sepadan. Kontribusi Salah selama bertahun-tahun—gol, assist, dan kepemimpinan—tidak mudah digantikan. Kehilangannya akan memaksa klub melakukan penyesuaian taktik dan mungkin mempercepat regenerasi lini serang.

Namun, Liverpool juga dikenal sebagai klub yang mampu beradaptasi. Dengan perencanaan matang, kepergian Salah bisa menjadi awal fase baru, meski risikonya jelas besar.


Penutup: Balikan yang Realistis atau Sekadar Romantis?

Rumor kepindahan Mohamed Salah ke AS Roma pada 2026 memadukan unsur realistis dan romantis. Di satu sisi, ada proyek ambisius, ikatan emosional, dan ambisi pribadi yang belum terpenuhi. Di sisi lain, faktor finansial dan komitmen Liverpool menjadi penghalang nyata.

Apakah Salah benar-benar akan meninggalkan Anfield dan kembali ke Olimpico? Jawabannya masih terbuka. Yang pasti, setiap langkah Salah akan menjadi salah satu cerita terbesar di bursa transfer Eropa 2026—dan dunia sepak bola menunggu kelanjutannya dengan penuh rasa penasaran.

Baca Juga : Persija vs Persijap 2-0, Macan Kemayoran Terus Menekan

Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal