Pembinaan Dekranasda Perkuat IKM Boalemo untuk Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional

Nasional

revisednews.com Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo kembali memperkuat komitmennya dalam mendampingi Industri Kecil Menengah (IKM). Melalui rangkaian roadshow di Kabupaten Boalemo, pembinaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan menyiapkan pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan teknis, tetapi juga mencakup aspek manajemen usaha, pemasaran, dan penataan desain produk.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo melihat sektor IKM sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Produk kreatif, terutama kerajinan karawo, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan.

Kunjungan ke Sentra Karawo: Potensi Kreatif yang Terus Tumbuh

Rangkaian pembinaan diawali dari Desa Modelomo, tempat berdirinya IKM Karawo Botumoito. Kelompok ini terdiri dari sekitar 15 perajin, sebagian besar merupakan generasi muda yang menaruh perhatian besar pada pelestarian kerajinan khas Gorontalo. Produk mereka dianggap memiliki karakter kuat, tetapi tetap membutuhkan penguatan desain agar mampu menarik pasar nasional.

Setelah itu, rombongan bergerak menuju IKM Rumah Dilan Karawo di Desa Piloliyanga. Dua sentra ini menjadi fokus pembinaan karena karawo merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga. Perajin dinilai memiliki kemampuan dasar yang baik, terutama dalam teknik sulam dan rawang. Namun, penyempurnaan kualitas dan konsistensi produksi masih perlu ditingkatkan.

Ketua Harian Dekranasda Boalemo bersama Sekretaris Daerah Boalemo menyambut rombongan. Mereka menyampaikan bahwa para perajin membutuhkan dukungan yang lebih terstruktur agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi.

Penekanan pada Profesionalisme Perajin

Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi generasi muda. Ia menilai keikutsertaan mereka sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kerajinan karawo di masa mendatang.

Dalam arahannya, Nani mengingatkan bahwa kerajinan karawo tidak boleh dikelola secara tradisional saja. Perajin perlu berpikir lebih maju agar hasil sulaman karawo tidak hanya artistik, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan jangka panjang.

Ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan standar upah kerja yang lebih adil. Setiap tahap produksi — mulai dari pengirisan, penyulaman, hingga rawang — harus dihargai sesuai tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan. Standar upah yang jelas akan membuat perajin lebih termotivasi dan merasa dihargai.

Selain itu, Nani meminta seluruh pihak fokus mengembangkan variasi motif dan warna. Tren pasar yang terus berubah harus diikuti agar produk karawo tetap relevan dan diminati.

Pembinaan Berlanjut ke Industri Pangan Boalemo

Roadshow tidak berhenti pada sektor kerajinan. Rombongan kemudian mengunjungi IKM WIN WIN Bakery di Desa Hungayonaa serta IKM Ghien Cookies di Desa Modelomo. Kedua pelaku usaha ini bergerak di sektor pangan dan telah memperlihatkan perkembangan signifikan.

WIN WIN Bakery menjadi contoh sukses IKM yang mampu menciptakan lapangan kerja luas. Usaha ini mempekerjakan sekitar 120 tenaga muda lokal. Tingginya permintaan membuat produk mereka dipasarkan hingga ke luar Provinsi Gorontalo. Hal ini menunjukkan bahwa IKM lokal mampu naik kelas jika diberikan bimbingan yang tepat.

Sementara itu, Ghien Cookies dikenal dengan inovasi produk berbasis kue kering dan camilan kreatif. Pemilik usaha terus beradaptasi dengan tren pasar, terutama dengan memperluas varian produk untuk memenuhi selera pelanggan.

IKM Boalemo Dinilai Siap Bersinergi dan Berkembang

Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo menilai seluruh pelaku IKM di Boalemo menunjukkan perkembangan menggembirakan. Baik sektor kerajinan maupun pangan, semuanya sama-sama memperlihatkan keseriusan dalam mengembangkan usaha. Kemampuan membaca tren pasar menjadi modal penting bagi para pelaku usaha tersebut.

Ia menyampaikan bahwa Dekranasda ingin membangun ekosistem yang kuat antara pemerintah, perajin, dan pelaku industri kecil. Dukungan dari pemerintah daerah sangat menentukan, terutama dalam mengadakan pelatihan rutin, membuka akses pasar, serta menyediakan fasilitas pendampingan usaha.

Harapan untuk IKM Boalemo: Naik Kelas dan Lebih Kompetitif

Pembinaan yang dilakukan Dekranasda bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing IKM di Boalemo. Melalui kolaborasi, perajin dan pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar nasional, bahkan internasional.

Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Dekranasda menargetkan Boalemo menjadi salah satu pusat pengembangan IKM yang berdaya saing tinggi di Provinsi Gorontalo. Produk kerajinan dan pangan di daerah ini memiliki potensi besar untuk berkembang bila dikelola secara profesional.

Cek Juga Artikel Dari Platform carimobilindonesia.com