revisednews.com Pemerintah Kota Medan kembali mematangkan dua agenda besar yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat, yakni Ramadhan Fair XX dan Harmoni Imlek. Dua perhelatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi warga Kota Medan.
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan kedua event tersebut harus dirancang lebih matang. Dalam rapat persiapan yang digelar di Balai Kota, ia meminta seluruh panitia memastikan kegiatan berjalan profesional, terstruktur, dan memberikan dampak nyata.
Menurutnya, Ramadhan Fair dan Harmoni Imlek bukan sekadar ajang seremonial. Keduanya harus menjadi ruang kebersamaan sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Ramadhan Fair XX Dikemas Lebih Berkualitas
Ramadhan Fair XX akan digelar di Taman Sri Deli, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Kota. Event ini selalu menjadi magnet masyarakat selama bulan Ramadan, terutama karena menghadirkan bazar kuliner dan hiburan religi.
Zakiyuddin meminta agar konsep tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Kenyamanan pengunjung, kualitas tenant, serta pengelolaan teknis harus menjadi perhatian utama.
Ia juga mengingatkan agar tarif parkir dan harga makanan tetap terjangkau. Jangan sampai minat masyarakat menurun hanya karena biaya tambahan yang dianggap memberatkan.
Keseimbangan antara nilai komersial dan kenyamanan publik menjadi kunci agar Ramadhan Fair tetap diminati.
Seleksi Tenant Harus Ketat dan Berkualitas
Dalam arahannya, Zakiyuddin menekankan pentingnya proses seleksi tenant yang profesional. Kualitas rasa dan kelayakan produk harus menjadi prioritas utama.
Makanan yang enak dan higienis akan menjadi daya tarik utama. Stand yang tertata rapi juga akan meningkatkan citra acara secara keseluruhan.
Selain bazar kuliner, Ramadhan Fair juga menghadirkan stand kriya dari 21 kecamatan di Kota Medan. Produk kerajinan tersebut nantinya akan memperebutkan piala Ketua Dekranasda Kota Medan.
Kehadiran UMKM di acara ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.
Nuansa Religi Harus Lebih Kuat
Tidak hanya fokus pada kuliner dan bazar, Ramadhan Fair juga akan diisi dengan berbagai kegiatan religi. Peringatan Nuzulul Qur’an, tausiah Ramadan, serta buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa menjadi bagian dari agenda.
Kompetisi Pildacil, Tahfidz surat pendek, serta lomba adzan juga akan digelar. Zakiyuddin meminta agar qori-qori terbaik Kota Medan dilibatkan untuk memperkuat suasana religius.
Dengan konsep tersebut, Ramadhan Fair diharapkan bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga sarana memperdalam nilai spiritual masyarakat.
Harmoni Imlek Digelar Inklusif dan Penuh Kebersamaan
Selain Ramadhan Fair, Pemko Medan juga mempersiapkan Harmoni Imlek yang akan digelar di kawasan Kesawan, Medan Barat. Acara ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas budaya.
Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, jadwal pelaksanaan disesuaikan agar tetap menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah. Kegiatan akan dimulai setelah salat tarawih.
Zakiyuddin berharap Harmoni Imlek dikemas secara inklusif dan harmonis. Acara ini tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi menjadi simbol toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Kota Medan.
Kolaborasi Budaya dan Ekonomi dalam Harmoni Imlek
Harmoni Imlek akan diramaikan dengan penampilan Oriental Dance, Barongsai Performance, serta Kecapi Performance. Selain itu, bazar kuliner dan kriya juga akan hadir untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pembagian kue bakul menjadi salah satu simbol perayaan yang dinantikan. Kehadiran Car Free Night sebagai program rutin Pemko Medan juga akan menambah semarak suasana.
Perpaduan budaya Tionghoa dan suasana Ramadan menjadi cerminan kerukunan di Kota Medan.
Event Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Zakiyuddin menegaskan bahwa kedua kegiatan ini harus memberi dampak langsung bagi masyarakat. UMKM harus merasakan peningkatan omzet, warga mendapat ruang hiburan yang sehat, serta semangat toleransi semakin kuat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah dan panitia bekerja maksimal agar pelaksanaan berjalan lancar.
Ramadhan Fair dan Harmoni Imlek bukan sekadar agenda tahunan. Keduanya adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Kota Medan mampu merawat tradisi, memperkuat ekonomi, serta menjaga keberagaman dalam satu harmoni.
Dengan persiapan yang matang, Pemko Medan berharap dua perhelatan ini dapat menjadi kebanggaan bersama sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Cek Juga Artikel Dari Platform wikiberita.net
