revisednews – Sulawesi Utara dan Papua mendapat peringatan dini tsunami setelah BMKG mencatat adanya gempa bumi dengan magnitudo cukup besar di wilayah perairan Indonesia pada Minggu, 26 Oktober 2025. Peringatan ini dikeluarkan untuk memberikan waktu bagi warga dan aparat terkait melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan properti.
Lokasi dan Dampak Potensial
Peringatan tsunami berlaku bagi wilayah pesisir Sulawesi Utara dan beberapa kabupaten di Papua yang berbatasan langsung dengan laut. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gelombang tsunami, warga diimbau tetap waspada dan siap untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Potensi dampak tsunami mencakup banjir pesisir, kerusakan infrastruktur, dan terganggunya aktivitas ekonomi lokal.
Tindakan Tanggap Darurat
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan Polri telah melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk:
- Mengaktifkan sirene peringatan tsunami di wilayah pesisir.
- Menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul warga.
- Mendistribusikan informasi dan edukasi melalui media lokal dan sosial.
- Melakukan koordinasi dengan posko BNPB pusat untuk monitoring kondisi terkini.
Tim SAR dan relawan juga siap dikerahkan jika diperlukan evakuasi massal atau bantuan darurat di wilayah terdampak.
Penyebab dan Pemantauan
BMKG menjelaskan bahwa peringatan tsunami ini dipicu oleh gempa bumi yang terjadi di dasar laut, dengan potensi menghasilkan gelombang yang dapat mencapai wilayah pesisir. Meski belum pasti terjadi, pemantauan seismik dan pasang surut laut dilakukan secara intensif. BMKG terus memperbarui informasi secara berkala dan menekankan pentingnya mengikuti arahan resmi.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Papua diminta untuk:
- Segera pindah ke lokasi tinggi jika berada di daerah pesisir.
- Tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.
- Menjaga komunikasi dengan keluarga dan tetangga, serta membantu kelompok rentan.
- Menyiapkan perlengkapan darurat, termasuk air bersih, makanan, obat-obatan, dan dokumen penting.
Selain itu, warga diimbau untuk menghindari pantai atau laut sampai peringatan resmi dicabut.
Kesimpulan
Peringatan dini tsunami untuk Sulawesi Utara dan Papua menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. Upaya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat krusial untuk mengurangi risiko korban dan kerugian materi. Tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi tsunami ini, sambil memastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas.

