Realisasi Anggaran Pemkab Grobogan Tembus Rp2 Triliun, Bupati Ingatkan OPD Tidak Santai Menjelang Akhir Tahun

Nasional

revisednews.com Pemerintah Kabupaten Grobogan mencatat realisasi anggaran daerah hingga Triwulan III telah mencapai Rp2,04 triliun atau sekitar 65,84 persen dari total anggaran yang direncanakan. Sementara itu, capaian fisik pembangunan telah mencapai 70 persen, yang dianggap cukup baik untuk posisi menjelang akhir tahun anggaran.

Meski capaian tersebut masuk kategori positif, Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh bersantai. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus memacu kinerja tim dan memastikan seluruh program berjalan sesuai target.

Peringatan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan III, yang berlangsung di Hotel 21 Purwodadi. Dalam forum tersebut, Bupati memberikan arahan mengenai evaluasi program, langkah percepatan, dan strategi penyelesaian kegiatan pembangunan agar tidak menumpuk di akhir tahun.


Bupati Minta OPD Lebih Sigap dan Tidak Menunda Pekerjaan

Dalam arahannya, Bupati Setyo Hadi menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari kualitas dan tepat waktunya pelaksanaan. Ia menyoroti kebiasaan sebagian OPD yang cenderung menunda pekerjaan hingga akhir tahun, sehingga mengakibatkan penumpukan kegiatan dan risiko keterlambatan.

Menurutnya, pola kerja seperti itu harus segera ditinggalkan. OPD diminta bergerak cepat, melakukan percepatan lelang, memastikan penyedia jasa bekerja sesuai jadwal, serta memperkuat koordinasi lintas bidang. “Akhir tahun bukan waktu untuk bersantai. Semua program harus dituntaskan dengan kualitas terbaik dan tanpa terburu-buru,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan internal. OPD harus rutin memonitor kemajuan kegiatan, mengidentifikasi kendala, dan mengambil tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah teknis maupun administrasi. Dengan begitu, serapan anggaran dapat optimal dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.


Pentingnya Sinergi Antar-OPD dalam Percepatan Program

Bupati Setyo Hadi menegaskan bahwa percepatan pembangunan membutuhkan sinergi kuat antar-OPD. Banyak kegiatan daerah yang saling berkaitan, sehingga kerja sama menjadi kunci kelancaran pelaksanaan program. Misalnya, pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan perizinan, kesiapan lahan, serta koordinasi dengan sektor lainnya.

Kerja birokrasi yang terintegrasi diperlukan agar pembangunan tidak terhambat oleh persoalan teknis. Ia meminta kepala OPD rajin melakukan rapat koordinasi internal dan lintas sektor untuk memastikan tidak ada hambatan komunikasi. Dengan sinergi yang baik, pemerintah daerah dapat lebih cepat menyesuaikan strategi ketika menemui kendala di lapangan.

Selain itu, OPD juga diminta untuk memaksimalkan peran masing-masing dalam mendorong roda pembangunan, mulai dari pengadaan barang dan jasa, penyerapan anggaran, hingga pelaporan kegiatan. Semua itu harus berjalan dalam ritme yang cepat namun tetap akuntabel.


Tantangan yang Dihadapi Menjelang Akhir Tahun

Dalam evaluasi rapat tersebut, ditemukan beberapa kendala yang dapat memengaruhi percepatan pelaksanaan program. Antara lain proses administrasi yang masih lambat, cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga di lapangan, serta penyedia jasa yang belum optimal bekerja sesuai kontrak.

Selain itu, beberapa proyek fisik tergolong besar sehingga membutuhkan perencanaan detail dan pengawasan ekstra. Jika tidak dipercepat, proyek berisiko tidak selesai tepat waktu atau mengalami pengulangan anggaran pada tahun berikutnya.

Bupati meminta OPD untuk lebih proaktif mengatasi hambatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan kegiatan, mengingat manfaat pembangunan sangat dinantikan masyarakat.


Arah Kebijakan untuk Memastikan Serapan Optimal

Untuk memastikan target tercapai, Pemkab Grobogan menyiapkan beberapa langkah tindak lanjut. Di antaranya:

  • mempercepat proses administrasi dan lelang proyek,
  • meningkatkan pengawasan terhadap progres kegiatan,
  • memastikan penyedia jasa bekerja sesuai kontrak,
  • memperbaiki koordinasi antar-OPD,
  • rutin melaporkan capaian kegiatan untuk memudahkan evaluasi.

Pemkab juga berkomitmen menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap pelaksanaan program. Dengan demikian, serapan anggaran tidak hanya tinggi dari sisi kuantitas, tetapi juga berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


Fokus pada Program Prioritas dan Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Dalam rapat tersebut, Bupati Setyo Hadi menegaskan bahwa OPD harus memprioritaskan program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian utama.

Ia meminta OPD untuk memastikan bahwa program prioritas tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan hasil terbaik. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Grobogan.


Penutup: Akselerasi Pembangunan Jadi Fokus Utama

Dengan capaian anggaran sebesar Rp2,04 triliun hingga Triwulan III, Pemkab Grobogan sebenarnya berada dalam jalur yang cukup baik. Namun, Bupati Setyo Hadi tetap meminta seluruh OPD bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih terkoordinasi.

Akhir tahun anggaran bukan waktu untuk berleha-leha. Pemerintah harus bergerak cepat untuk menyelesaikan seluruh program agar janji pembangunan kepada masyarakat dapat terpenuhi. Sinergi antar-OPD, percepatan administrasi, dan komitmen terhadap kualitas pekerjaan menjadi kunci utama agar program pembangunan di Kabupaten Grobogan dapat berjalan optimal hingga akhir tahun.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id