revisednews.com Kafilah Kabupaten Aceh Timur mulai menorehkan kiprahnya di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-XXXVII yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya. Acara ini menjadi momentum penting bagi para qari dan qariah terbaik daerah untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Ketua Kafilah Aceh Timur, Syawaludin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh peserta tampil dalam kondisi prima. Mereka menjalani lomba di berbagai cabang dan golongan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, semangat peserta sangat luar biasa karena telah melakukan persiapan panjang sebelum keberangkatan.
“Alhamdulillah, peserta kita tampil dengan semangat tinggi dan persiapan yang matang. Sejak pagi hingga malam, para qari dan qariah Aceh Timur mengikuti sejumlah cabang yang diperlombakan,” ujar Syawaludin.
Delapan Cabang yang Diikuti Kafilah Aceh Timur
Kafilah Aceh Timur berpartisipasi dalam delapan cabang perlombaan. Setiap cabang memiliki karakter dan tantangan tersendiri. Pada sesi pagi, Syfa Azzahra tampil di Arena Utama Pusat Pemerintahan Pidie Jaya untuk cabang Tilawah Anak-anak Putri dengan bacaan dari QS. Al-Anfal ayat 11.
Disusul oleh M. Alif Fahrezi dan Ulfia Khaira Fitri yang tampil di cabang Tafsir Bahasa Arab di Aula Kantor Pelayanan Haji dan Umrah. Keduanya menampilkan kemampuan mendalam dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an dalam bahasa Arab.
Di Arena Gedung Tgk. Chik Pante Geulima, Teja Ramadhan bersaing dalam cabang Musabaqah Hifzil Mushaf, sementara Ti Sapura, Mirwan, dan Intan Larisa berkompetisi dalam cabang Khat Kontemporer, menampilkan seni menulis ayat suci dengan kreativitas tinggi.
Memasuki sesi sore, Muhammad Rizki tampil di cabang Qira’ah Murattal Remaja Putra yang diselenggarakan di Masjid Al-Mujahidin Pidie Jaya. Penampilannya memukau dengan lantunan yang merdu dan tajwid yang jelas.
Sementara itu, Madathillah berpartisipasi dalam cabang Hifzil Qur’an 20 Juz Putri di Komplek Sekolah MUQ. Pada waktu yang sama, tiga peserta lainnya — Nazwa Anaya Fasari, Nazwa Humaira, dan Syafira Elimi — tampil di cabang Fahmil Qur’an di Aula Bappeda Pidie Jaya.
Sebagai penutup hari, Muhammad Faisal tampil di Arena Utama untuk cabang Tilawah Dewasa Putra dengan bacaan QS. Al-Baqarah ayat 261. Penampilannya menjadi sorotan karena suara dan makhraj yang tegas serta penghayatan yang dalam terhadap ayat yang dibaca.
Dukungan Pelatih dan Official di Setiap Arena
Seluruh peserta mendapat dukungan penuh dari para pelatih dan official. Mereka mendampingi peserta sejak awal keberangkatan hingga ke arena perlombaan. Setiap cabang memiliki pelatih khusus yang bertugas mengarahkan teknik dan mental peserta.
Syawaludin menyebutkan, koordinasi antar-official berjalan sangat baik. Mereka memastikan para peserta mendapat waktu istirahat cukup, asupan gizi, serta fasilitas yang memadai selama kompetisi berlangsung.
“Seluruh tim bekerja dengan kompak. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Aceh Timur. Insya Allah, para peserta akan memberikan hasil terbaik untuk daerah kita,” ujar Syawaludin dengan penuh harap.
Persiapan dan Strategi Menuju Kemenangan
Persiapan Kafilah Aceh Timur tidak dilakukan secara mendadak. Proses pembinaan telah dilakukan jauh hari sebelum MTQ berlangsung. Dinas Syariat Islam dan lembaga keagamaan di Aceh Timur menggelar berbagai pelatihan, simulasi lomba, dan pembinaan mental bagi peserta.
Setiap cabang mendapat perhatian khusus. Untuk cabang tilawah, fokus pelatihan diarahkan pada makhraj, nada, dan penghayatan ayat. Sementara cabang tafsir dan fahmil Qur’an ditekankan pada penguasaan bahasa Arab dan pemahaman makna kandungan ayat.
Pelatih juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan konsentrasi. Dengan begitu, para peserta tetap fokus saat tampil di hadapan dewan juri.
Antusiasme Masyarakat dan Harapan untuk Aceh Timur
Antusiasme masyarakat terhadap MTQ sangat besar. Banyak warga Aceh Timur yang datang langsung ke arena untuk memberikan dukungan. Suasana kebersamaan ini membuat peserta semakin percaya diri dan merasa bangga membawa nama daerahnya.
Masyarakat menilai bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga bagian dari dakwah dan pembinaan generasi Qurani. Ajang ini menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antar-daerah.
Selain itu, keikutsertaan dalam MTQ juga menjadi ajang regenerasi bagi para qari muda. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa agar lahir lebih banyak generasi yang unggul dalam bidang keagamaan.
Kesimpulan: Semangat Qurani dari Aceh Timur
Penampilan Kafilah Aceh Timur pada ajang MTQ Aceh XXXVII menjadi bukti nyata semangat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Dengan persiapan matang, dukungan pelatih, dan doa masyarakat, para peserta diharapkan mampu membawa prestasi terbaik.
MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual dan moral. Kafilah Aceh Timur telah menunjukkan bahwa semangat belajar dan membaca Al-Qur’an bisa tumbuh di mana saja, termasuk dari daerah yang penuh semangat religius seperti Aceh Timur.
Keikutsertaan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan berprestasi dalam syiar Islam di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
