revisednews.com Pemerintah Kota Yogyakarta terus berinovasi dalam upaya meningkatkan efisiensi tata kelola infrastruktur dan pelayanan publik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), mereka memperkenalkan sistem baru bernama Sitijo, singkatan dari Sistem Informasi Infrastruktur Kota Yogyakarta.
Platform digital ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan konsep Satu Data Infrastruktur Kota, di mana seluruh data terkait infrastruktur dipetakan secara spasial dalam satu sistem terintegrasi. Dengan Sitijo, pemerintah kota dapat melihat, menganalisis, dan mengelola semua informasi infrastruktur di ruang milik jalan (rumija) secara efisien dan transparan.
Sebelumnya, perencanaan proyek sering mengalami tumpang tindih karena data infrastruktur tidak terkoordinasi dengan baik antarinstansi. Kondisi ini menimbulkan banyak kendala di lapangan, seperti keterlambatan pengerjaan, gangguan jaringan utilitas, dan pemborosan anggaran. Sitijo hadir sebagai solusi konkret atas persoalan tersebut.
Latar Belakang dan Permasalahan di Lapangan
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan bahwa selama ini pelaksanaan proyek jalan sering terganggu oleh keberadaan jaringan utilitas di bawah tanah. Banyak jaringan milik PDAM, fiber optik (FO), drainase, dan instalasi limbah yang tertanam tanpa koordinasi jelas.
Masalah ini sering membuat pekerjaan pemeliharaan jalan terhambat, bahkan menimbulkan kerugian karena jaringan utilitas terputus saat penggalian. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat ikut terganggu.
“Dalam banyak kasus, saat kami melakukan pekerjaan jalan, ternyata di bawahnya ada jaringan FO atau pipa PDAM yang tidak terdata. Hal ini bisa menyebabkan gangguan besar bagi warga,” ujar Nilam.
Oleh karena itu, diperlukan sistem integrasi data yang mampu menyatukan semua informasi infrastruktur. Melalui peta satu data infrastruktur, pemerintah kota dapat melihat posisi dan kondisi semua jaringan yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan jalan.
Fungsi dan Fitur Utama Sitijo
Sitijo dikembangkan sebagai platform digital internal Dinas PUPKP Kota Yogyakarta. Sistem ini menyajikan data spasial beserta atribut teknis dari setiap elemen infrastruktur. Semua informasi disajikan dalam bentuk peta digital yang mudah dibaca dan diperbarui secara berkala.
Data yang dimuat dalam Sitijo mencakup tiga kategori besar: infrastruktur di atas tanah, di permukaan tanah, dan di bawah permukaan tanah.
- Infrastruktur di atas tanah meliputi:
- Tiang fiber optik (FO)
- Tiang penerangan jalan umum (PJU)
- Kabel udara PLN dan FO
- Titik reklame
- Lampu lalu lintas
- Cermin tikungan
- Data bangunan di sekitar rumija
- Infrastruktur di permukaan tanah mencakup:
- Titik manhole drainase
- Inlet limbah
- Jalur guiding block untuk difabel
- Lubang inspeksi kabel
- Infrastruktur di bawah permukaan tanah meliputi:
- Jaringan drainase
- Pipa PDAM
- Kabel bawah tanah
- Jalur limbah dan fiber optik
Dengan data yang tersaji secara menyeluruh, setiap kegiatan pemeliharaan atau pembangunan dapat dilakukan dengan koordinasi lebih baik antarinstansi. Sistem ini juga mempermudah proses perencanaan dan monitoring proyek.
Manfaat Bagi Pemerintah dan Masyarakat
Keberadaan Sitijo memberikan manfaat besar dalam perencanaan pembangunan kota. Dengan satu basis data yang akurat, semua proyek dapat disusun dengan memperhatikan kondisi infrastruktur eksisting.
Dinas PUPKP kini dapat memetakan area kerja tanpa khawatir mengganggu jaringan utilitas. Misalnya, ketika dilakukan pengaspalan jalan, petugas dapat langsung melihat jalur kabel atau pipa di bawah permukaan tanah melalui sistem Sitijo.
Selain itu, Sitijo juga mempercepat proses pengambilan keputusan karena semua data tersedia secara digital dan bisa diakses antarbidang. Pemerintah tidak lagi bergantung pada dokumen manual yang rentan hilang atau tidak terupdate.
Bagi masyarakat, manfaatnya langsung terasa dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat dan minim gangguan. Kasus pemadaman lampu jalan, kerusakan jaringan air, atau gangguan internet akibat pekerjaan jalan dapat ditekan secara signifikan.
Kolaborasi dan Pengembangan ke Depan
Hasri Nilam menyebutkan bahwa pengembangan Sitijo juga melibatkan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk PDAM, PLN, provider fiber optik, dan dinas komunikasi. Setiap lembaga diminta berbagi data terkait jaringan milik mereka agar sistem menjadi lebih komprehensif.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kami bisa membangun data yang valid dan terkini. Setiap kali ada proyek baru, datanya langsung diperbarui dalam sistem,” jelas Nilam.
Ke depan, Sitijo akan terus dikembangkan agar dapat terhubung dengan sistem informasi lain di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, seperti SIM Perizinan, SIM Aset Daerah, dan sistem perencanaan pembangunan.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem digital terpadu yang mendukung visi smart city Yogyakarta. Dengan integrasi data lintas sektor, kebijakan pembangunan bisa dibuat lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah Menuju Kota Cerdas dan Transparan
Pengembangan Sitijo menjadi bagian penting dari transformasi digital Pemerintah Kota Yogyakarta. Sistem ini tidak hanya memudahkan pengawasan infrastruktur, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih transparan.
Selain efisiensi kerja, penerapan Sitijo juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Satu Data Indonesia. Seluruh elemen infrastruktur kini tercatat, terpetakan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Dengan langkah ini, Yogyakarta semakin siap menuju kota cerdas yang berbasis data. Kolaborasi antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kelola infrastruktur yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
