DPUPR Lebak Tangani Longsor di Pasirkuray–Cisitu
Akses utama masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Lebak sempat lumpuh total akibat bencana longsor yang terjadi di ruas Jalan Pasirkuray–Cisitu (Cikidang). Longsor tersebut terjadi dua kali dalam satu hari dan menyebabkan badan jalan tertutup material tanah, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi warga karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju wilayah Cisitu.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui DPUPR Kabupaten Lebak bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan material longsor dan pengamanan area rawan.
Dua Titik Longsor Lumpuhkan Akses Warga
Berdasarkan laporan lapangan, longsor pertama terjadi di STA 4+200 dan disusul longsor kedua di STA 6+100. Material tanah dari tebing yang curam menutup hampir seluruh badan jalan. Kondisi ini membuat kendaraan tidak bisa melintas sama sekali, baik sepeda motor maupun mobil.
Plt. Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, menjelaskan bahwa situasi tersebut langsung ditangani secara darurat. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia menyebut bahwa setelah penanganan awal dilakukan, jalan sempat kembali bisa dilalui. Namun, tidak berselang lama, longsor susulan kembali terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 50 hingga 60 meter dari titik pertama.
Penanganan Cepat Meski Dihadapkan Tantangan Alam
DPUPR Lebak mengakui bahwa penanganan longsor kali ini cukup menantang. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi tanah menjadi labil. Selain itu, kontur tebing yang curam meningkatkan potensi longsor susulan.
Meski demikian, tim tetap bekerja di lapangan dengan mengerahkan alat berat dan tenaga teknis. Fokus utama adalah membuka akses sementara agar aktivitas warga tidak terhenti terlalu lama. Pembersihan material tanah dilakukan secara bertahap sambil terus memantau kondisi tebing di sekitar jalan.
Pihak DPUPR juga memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi.
Longsor Susulan Picu Kekhawatiran Warga
Sementara itu, warga setempat yang akrab disapa Abah menyampaikan bahwa longsor kembali terjadi pada pagi hari berikutnya. Material longsor dilaporkan menutup hampir 100 meter badan jalan dan bahkan menimpa konstruksi jalan beton yang sebelumnya telah dibangun.
Menurut Abah, kondisi tersebut sudah pernah ia peringatkan sebelumnya. Ia menyebut adanya aktivitas penggalian pasir dan batu di sekitar lokasi yang berpotensi melemahkan struktur tanah. Peringatan tersebut, menurutnya, tidak mendapat perhatian serius hingga akhirnya longsor besar benar-benar terjadi.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena jalur Pasirkuray–Cisitu merupakan satu-satunya akses utama menuju wilayah Cisitu.
Dampak Besar bagi Mobilitas dan Logistik
Wilayah Cisitu sendiri dihuni sekitar 7.000 jiwa yang tersebar di dua desa, yaitu Desa Kujangsari dan Desa Sidomulya. Terputusnya akses jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.
Saat jalan utama tertutup, warga hanya bisa menggunakan jalur alternatif seperti Gunung Bongkok–Tapos atau Babakan Nangka. Namun jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan memiliki kondisi yang cukup sulit.
Situasi ini membuat masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan secepat mungkin agar aktivitas kembali normal dan risiko keterisolasian wilayah bisa dihindari.
Koordinasi dengan BPBD dan Pihak Terkait
DPUPR Lebak menegaskan bahwa penanganan longsor ini tidak dilakukan sendiri. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lebak serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Koordinasi ini penting untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemasangan rambu peringatan, penguatan tebing, hingga penanganan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam durasi yang lama.
Komitmen Pemda Lebak Pulihkan Akses Jalan
Plt. Kepala DPUPR Lebak menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memulihkan akses jalan secepat mungkin. Menurutnya, jalan Pasirkuray–Cisitu memiliki peran vital bagi masyarakat, sehingga penanganan tidak boleh berlarut-larut.
Selain penanganan darurat, DPUPR juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tebing dan struktur jalan. Langkah ini diperlukan untuk menentukan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan dinding penahan tanah atau pengaturan ulang drainase.
Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masukan masyarakat agar penanganan ke depan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.
Harapan Warga dan Evaluasi Ke Depan
Warga Cisitu berharap kejadian ini menjadi perhatian serius semua pihak. Selain penanganan cepat, mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, seperti penggalian pasir dan batu di area rawan longsor.
Masyarakat menilai bahwa upaya pencegahan sama pentingnya dengan penanganan. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang konsisten, risiko longsor di masa depan dapat diminimalkan.
Penutup
Bencana longsor di ruas Jalan Pasirkuray–Cisitu menjadi pengingat penting akan kerentanan infrastruktur di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Gerak cepat DPUPR Lebak patut diapresiasi, namun upaya jangka panjang tetap dibutuhkan agar akses vital masyarakat tidak terus terancam.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan akses jalan dapat pulih sepenuhnya dan kejadian serupa tidak terulang kembali, sehingga mobilitas dan kehidupan warga Cisitu tetap terjaga dengan aman dan lancar.
Baca Juga : Zulkardi Optimis Atlet Muaythai Pekanbaru Menang di Malaysia
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : koronovirus

