Disnaker Kabupaten Tangerang Serahkan Bantuan Peralatan Usaha di Desa Kiara Payung

Nasional

revisednews.com Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan kiprah nyata dalam penerapan ilmu pengetahuan di masyarakat. Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian melaksanakan kegiatan Praktek Lapang Terpadu dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar menegaskan perannya dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.


Tema “Biochar” Jadi Fokus Utama

Kegiatan praktek lapang kali ini mengusung tema “Biochar: Strategi Pemupukan Tepat Guna, Meningkatkan Daya Serapan Pupuk untuk Lahan Subur Berkelanjutan.” Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan utama petani di daerah Jeneponto, yaitu rendahnya kesuburan tanah dan efisiensi penggunaan pupuk.

Biochar sendiri merupakan bahan hasil pembakaran biomassa dalam kondisi minim oksigen yang dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, serta mengoptimalkan penyerapan unsur hara. Penerapan biochar diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas tanpa harus bergantung pada pupuk kimia berlebih.

Menurut Dr. Ir. Rasdiana Mudatsir, S.P., M.Si, selaku ketua panitia kegiatan, praktek lapang ini tidak hanya berfokus pada penyuluhan teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diajak mendampingi petani dalam setiap tahap pengelolaan lahan, mulai dari pembuatan biochar, aplikasi pemupukan, hingga pengamatan hasil tanam.


Mahasiswa Belajar Langsung di Tengah Masyarakat

Ketua Program Studi Agribisnis, Muh. Ikmal Saleh, S.P., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara kampus dan masyarakat. Ia menilai, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar pemahaman mereka terhadap dunia pertanian menjadi lebih komprehensif.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi masyarakat Desa Kassi dan sekitarnya dalam menerapkan ilmu pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebanyak 281 mahasiswa Agribisnis Unismuh Makassar berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja yang fokus pada berbagai aspek pertanian seperti pengolahan lahan, pengelolaan pupuk, dan konservasi sumber daya alam. Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan petani dan memahami tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Selain praktek lapang, kegiatan juga dirangkaikan dengan dialog akademik, outbound, dan bakti sosial. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknis pertanian, tetapi juga membangun empati sosial serta semangat gotong royong.


Kehadiran Dosen dan Tokoh Akademik Senior

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Andi Khaeriyah, M.Pd., IPU, serta jajaran wakil dekan dan dosen senior seperti Dr. Nadir, S.P., M.Si, Ir. Mohamad Ikbal, S.Pi., M.Si, Dr. Ir. Nurdin, S.P., M.M, Prof. Dr. Ir. H. Syafiuddin, M.Si, Prof. Dr. Ir. Hj. Ratnawati Tahir, M.Si, hingga Dr. Isnam Junais, S.Pt., M.Si.

Total 34 dosen dari Program Studi Agribisnis turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Unismuh Makassar untuk memastikan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan pendekatan akademis yang kuat.

Para dosen memberikan pendampingan langsung kepada mahasiswa dan petani, termasuk memberikan pelatihan teknik produksi, manajemen lahan, dan sistem pemasaran hasil pertanian. Kolaborasi lintas keilmuan ini menjadi kekuatan utama dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di tingkat desa.


Apresiasi dari Pemerintah Desa Kassi

Kepala Desa Kassi, Murniati, S.Farm, menyambut baik kehadiran tim dari Unismuh Makassar. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para dosen serta mahasiswa yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat desanya.

“Kami berterima kasih kepada Unismuh Makassar atas pendampingannya. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan ilmu, tapi juga semangat baru bagi masyarakat dalam mengelola pertanian,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan dosen membawa dampak positif bagi petani lokal yang selama ini masih menggunakan metode konvensional. Dengan pendampingan ini, masyarakat mulai memahami pentingnya inovasi pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.


Komitmen Unismuh Makassar untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan praktek lapang di Jeneponto menegaskan peran Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan. Melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian, universitas ini berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.

Implementasi teknologi biochar menjadi langkah konkret dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Selain efisien, metode ini juga berpotensi mengurangi emisi karbon, memperbaiki struktur tanah, dan menjaga ketahanan pangan jangka panjang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di daerah lain di Sulawesi Selatan. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan dukungan penuh masyarakat, praktik seperti ini mampu memperkuat kapasitas petani serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor agribisnis.

Melalui sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, Unismuh Makassar membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan nyata di akar rumput, khususnya dalam mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabumi.web.id