revisednews.com Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menciptakan ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang menyalurkan bantuan peralatan usaha tempe kepada para pelaku usaha disabilitas.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Disnaker oleh Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Iis Kurniati, yang hadir mewakili Kepala Dinas. Sebanyak 16 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang menerima paket bantuan tersebut.
Program ini menjadi bagian dari Unit Layanan Disabilitas (ULD), sebuah inisiatif pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kerja yang setara bagi masyarakat penyandang disabilitas. Melalui program ini, Disnaker berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi kelompok rentan.
Langkah Nyata untuk Ekonomi Inklusif
Menurut Iis Kurniati, bantuan ini tidak hanya sebatas pemberian alat produksi, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang dalam mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa setiap penerima bantuan akan mendapatkan pendampingan lanjutan agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Kami tidak hanya memberi alat, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat mandiri dan produktif,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Disnaker telah menyiapkan program pembinaan usaha kecil yang melibatkan pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan. Dengan demikian, para penerima tidak hanya memiliki modal fisik, tetapi juga pengetahuan untuk mengelola bisnis secara profesional.
Program Unit Layanan Disabilitas (ULD) Sebagai Payung Dukungan
Unit Layanan Disabilitas merupakan program strategis pemerintah daerah yang fokus pada peningkatan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Program ini memfasilitasi pelatihan vokasional, penyaluran kerja, dan dukungan wirausaha berbasis komunitas.
Di bawah naungan ULD, Disnaker Kabupaten Tangerang telah berhasil menyalurkan berbagai bentuk bantuan seperti mesin jahit, peralatan kuliner, serta dukungan modal usaha mikro. Program tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat penyandang disabilitas yang sebelumnya kesulitan memperoleh pekerjaan formal.
Melalui inisiatif ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk berkarya. Justru dengan pendekatan yang tepat, kelompok ini dapat menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi daerah.
“Penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa. Tugas kami adalah membuka akses dan memberikan ruang agar mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambah Iis.
Usaha Tempe Sebagai Pilar Ekonomi Keluarga
Pemilihan usaha tempe sebagai fokus bantuan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Produksi tempe merupakan jenis usaha yang relatif mudah dijalankan dan memiliki permintaan pasar yang stabil. Selain itu, bahan baku kedelai mudah didapatkan dan proses produksinya bisa dilakukan di skala rumah tangga.
Para penerima bantuan nantinya akan membentuk kelompok usaha bersama yang terhubung dengan koperasi lokal. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa saling mendukung dalam hal distribusi bahan baku, pemasaran, dan pengemasan produk.
Beberapa penerima bahkan sudah memulai produksi kecil-kecilan di rumah masing-masing sebelum mendapatkan bantuan. Dengan tambahan peralatan dari pemerintah, kapasitas produksi mereka diharapkan meningkat signifikan.
Salah satu peserta penerima bantuan mengaku sangat bersyukur atas perhatian dari Disnaker. Ia menyebut bantuan ini menjadi awal baru untuk mengembangkan usaha keluarga. “Kami merasa diperhatikan. Dulu hanya bisa produksi seadanya, sekarang bisa lebih besar karena alatnya lebih lengkap,” ungkapnya.
Dampak Sosial dan Harapan Jangka Panjang
Program ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial. Pemberian bantuan menciptakan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas untuk lebih aktif dalam masyarakat. Banyak dari mereka yang sebelumnya enggan tampil di ruang publik kini mulai berani membuka usaha sendiri.
Pemerintah berharap, keberhasilan penerima bantuan ini bisa menjadi inspirasi bagi warga lain untuk meniru semangat mereka. Di sisi lain, masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dengan membeli produk lokal hasil karya penyandang disabilitas.
Selain itu, kolaborasi lintas instansi terus diperkuat. Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, serta lembaga pendidikan ikut dilibatkan untuk menciptakan rantai dukungan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan swasta agar program serupa dapat diperluas dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Komitmen Pemerintah terhadap Kesetaraan
Melalui kegiatan ini, Disnaker menegaskan komitmennya terhadap prinsip pembangunan inklusif, di mana setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Kepala Disnaker dalam keterangannya menyampaikan bahwa program seperti ini akan terus berlanjut dan diperluas pada sektor usaha lain. Fokusnya bukan hanya pemberian alat, tetapi pendampingan hingga usaha benar-benar mandiri dan menguntungkan.
“Kesempatan bekerja dan berusaha adalah hak setiap warga negara. Kami ingin memastikan penyandang disabilitas di Kabupaten Tangerang tidak tertinggal dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Langkah kecil seperti bantuan peralatan usaha tempe ini menjadi pondasi penting menuju masyarakat yang lebih adil dan berdaya. Dengan kolaborasi semua pihak, cita-cita mewujudkan ekonomi inklusif dapat tercapai, membawa perubahan nyata bagi kehidupan penyandang disabilitas di Kabupaten Tangerang.

Cek Juga Artikel Dari Platform ketapangnews.web.id
