Kelompok Hamas menyampaikan apresiasi terhadap misi kedua Global Sumud Flotilla yang bertujuan menembus blokade menuju Gaza Strip. Inisiatif ini dinilai sebagai bentuk solidaritas internasional sekaligus upaya kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menilai misi tersebut mencerminkan komitmen terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan. Mereka juga menegaskan bahwa partisipasi ratusan aktivis dari berbagai negara menunjukkan dukungan global terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dukungan terhadap Misi Kemanusiaan
Hamas menyebut Global Sumud Flotilla sebagai simbol perlawanan terhadap blokade yang dinilai tidak adil. Mereka menilai langkah ini memperkuat legitimasi perjuangan Palestina, terutama dalam memperjuangkan hak hidup yang layak bagi masyarakat di Gaza.
Partisipasi hampir 1.000 sukarelawan dari puluhan negara dianggap sebagai bukti bahwa isu kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian dunia. Para relawan disebut berani mengambil risiko untuk membawa bantuan sekaligus menyuarakan kondisi yang terjadi di wilayah tersebut.
Seruan kepada Komunitas Internasional
Selain memberikan apresiasi, Hamas juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional agar memberikan perlindungan terhadap armada flotilla.
Mereka menekankan pentingnya mencegah potensi pencegatan oleh pihak Israel serta memastikan jalur kemanusiaan tetap terbuka. Seruan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap keselamatan para relawan yang terlibat dalam misi tersebut.
Skala Besar Global Sumud Flotilla
Misi kedua Global Sumud Flotilla dilaporkan memiliki skala yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Armada yang berangkat dari Barcelona membawa hampir 1.000 sukarelawan dari sekitar 70 negara dengan menggunakan sekitar 70 kapal.
Sementara itu, armada tambahan dari Marseille juga turut berlayar sebagai bentuk solidaritas. Kapal-kapal ini diperkirakan akan bergabung dengan armada utama, sehingga total jumlah kapal dapat mencapai sekitar 100 unit dalam beberapa hari ke depan.
Tujuan dan Rencana Perjalanan
Menurut juru bicara flotilla, Pablo Castilla, misi ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap kondisi di Gaza. Selain itu, flotilla juga ingin mendorong pembukaan koridor kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat.
Perjalanan armada direncanakan akan menuju Gaza dalam beberapa hari ke depan, dengan singgah terlebih dahulu di Italia selatan untuk menjalani pelatihan non-kekerasan. Namun, beberapa kapal dilaporkan mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Upaya Global yang Terus Berkembang
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan internasional yang melibatkan organisasi non-pemerintah, aktivis, dan relawan dari berbagai negara. Nama “Sumud” diambil sebagai simbol keteguhan dan ketahanan rakyat Gaza dalam menghadapi berbagai tantangan.
Misi ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus meningkatkan kesadaran global terhadap situasi di Gaza. Dengan semakin banyaknya partisipasi internasional, tekanan terhadap isu kemanusiaan di wilayah tersebut diharapkan semakin meningkat.
Baca Juga : Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat 17 April 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : london-bridges

