revisednews.com Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu wujud konkret dari komitmen tersebut terlihat dalam Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) yang mengintegrasikan praktik langsung ke dalam proses perkuliahan melalui pendekatan kontekstual dan aplikatif.
Pendekatan ini diterapkan dalam mata kuliah Multimedia Dasar, di mana mahasiswa didorong untuk terjun langsung menghadapi persoalan riil di lapangan. Melalui tugas praktik, mahasiswa PTI UMS berkolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Solo Raya untuk membantu pengembangan media promosi visual berbasis desain grafis.
Belajar Tidak Sekadar di Ruang Kelas
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya duduk di ruang kelas atau laboratorium komputer. Mereka berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM untuk memahami karakter usaha, jenis produk, segmentasi pasar, hingga tantangan promosi yang dihadapi. Proses ini membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata.
Sebanyak 17 UMKM terlibat aktif dalam program ini. Masing-masing mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa PTI dalam proses perancangan banner promosi. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap penggalian kebutuhan, perumusan konsep visual, hingga finalisasi desain yang siap digunakan.
Penerapan Prinsip Dasar Desain Grafis
Mahasiswa dituntut tidak hanya menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga fungsional dan komunikatif. Dalam proses perancangan banner, mahasiswa menerapkan prinsip dasar desain grafis yang telah dipelajari di kelas. Prinsip tersebut meliputi pemilihan warna yang tepat dan kontras, pengaturan tipografi agar teks mudah dibaca, serta penempatan elemen visual yang selaras dengan identitas usaha.
Setiap desain disesuaikan dengan karakter UMKM masing-masing. Usaha kuliner, misalnya, membutuhkan visual yang menggugah selera. Sementara UMKM jasa lebih menekankan kesan profesional dan informatif. Pendekatan ini melatih mahasiswa untuk berpikir adaptif dan tidak menggunakan satu pola desain untuk semua kebutuhan.
Melatih Pola Pikir Kritis dan Solutif
Melalui tugas ini, mahasiswa belajar bahwa desain grafis bukan sekadar soal estetika. Desain adalah alat komunikasi yang harus mampu menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat sasaran. Mahasiswa ditantang untuk menganalisis permasalahan promosi UMKM, kemudian merumuskan solusi visual yang efektif.
Proses tersebut melatih pola pikir kritis dan solutif. Mahasiswa belajar menerima masukan dari pelaku UMKM, melakukan revisi, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan desain yang diambil. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja atau dunia wirausaha.
UMKM Sebagai Mitra Pembelajaran
Keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini tidak bersifat simbolis. Pelaku UMKM berperan sebagai mitra aktif yang memberikan informasi, umpan balik, dan evaluasi terhadap hasil desain mahasiswa. Kolaborasi ini menciptakan hubungan saling menguntungkan.
Bagi UMKM, kehadiran mahasiswa membantu mereka mendapatkan media promosi visual yang lebih menarik dan profesional. Sementara bagi mahasiswa, UMKM menjadi laboratorium nyata untuk menguji kompetensi yang dimiliki. Sinergi ini mencerminkan konsep pembelajaran berdampak yang menjadi arah pengembangan pendidikan tinggi saat ini.
Mendorong Kepekaan Sosial Mahasiswa
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa. Mahasiswa belajar memahami keterbatasan yang dimiliki UMKM, baik dari sisi modal, akses teknologi, maupun sumber daya manusia. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merancang solusi yang realistis dan mudah diterapkan.
Kepekaan ini penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi UMS dalam mencetak lulusan yang berkarakter dan berdaya saing.
Pembelajaran Berdampak sebagai Strategi Pendidikan
UMS memandang pembelajaran berdampak sebagai strategi penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern. Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik tinggi. Lulusan juga harus memiliki kemampuan menerapkan ilmu untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk aktif, kreatif, dan inovatif. Mereka tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga pencipta solusi. Pembelajaran seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis dan kompetitif.
Penguatan Kompetensi Mahasiswa PTI
Bagi mahasiswa PTI, kegiatan ini menjadi sarana penguatan kompetensi di bidang multimedia dan desain grafis. Penguasaan perangkat lunak desain, pemahaman prinsip visual, serta kemampuan berkomunikasi dengan klien menjadi keterampilan penting yang diasah secara langsung.
Pengalaman ini juga membuka wawasan mahasiswa tentang peluang kerja dan kewirausahaan di bidang teknologi dan kreatif. Mahasiswa dapat melihat bahwa keahlian desain grafis memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal.
Harapan Keberlanjutan Program
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai tugas perkuliahan semata. Ke depan, UMS berkomitmen untuk terus mengembangkan model pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara aktif. Kolaborasi dengan UMKM dinilai memiliki potensi besar untuk diperluas ke mata kuliah lain maupun program lintas disiplin.
Dengan keberlanjutan program, dampak positif yang dihasilkan akan semakin luas. UMKM mendapatkan dukungan berkelanjutan, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik dan bermakna.
Penutup
Inisiatif mahasiswa PTI UMS dalam menerapkan desain grafis untuk UMKM Solo Raya menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan kontekstual dan aplikatif, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan, kepekaan sosial, dan kemampuan problem solving. UMS menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan UMKM sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform lagupopuler.web.id
