revisednews.com Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan inovasi digital di lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Melalui peluncuran Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah elektronik atau e-KTAM, UMS menegaskan posisinya sebagai pioner transformasi digital identitas anggota di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Inisiatif ini menjadi simbol perubahan menuju sistem keanggotaan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.
Peluncuran e-KTAM tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mendukung penguatan tata kelola persyarikatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi identitas anggota dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat konektivitas antaranggota Muhammadiyah di berbagai wilayah.
Apa Itu e-KTAM dan Fungsinya
E-KTAM merupakan identitas resmi anggota Muhammadiyah dalam bentuk digital. Berbeda dengan kartu fisik konvensional, e-KTAM dirancang agar dapat diakses secara cepat melalui perangkat digital, sehingga memudahkan anggota dalam menunjukkan status keanggotaannya kapan pun dibutuhkan. Sistem ini juga mengedepankan aspek keamanan dan keakuratan data.
Selain sebagai bukti keanggotaan, e-KTAM terintegrasi dengan berbagai sistem persyarikatan. Melalui satu identitas digital, anggota dapat mengakses layanan administratif, mengikuti kegiatan organisasi, serta memperoleh informasi program khusus anggota secara lebih efisien. Konsep ini menjadikan e-KTAM bukan sekadar kartu identitas, tetapi pintu masuk ke ekosistem layanan Muhammadiyah yang lebih luas.
UMS sebagai Pelopor di Lingkungan PTMA
UMS menjadi perguruan tinggi pertama di lingkungan PTMA yang mengimplementasikan e-KTAM secara resmi. Langkah ini menunjukkan kesiapan institusi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan organisasi dan layanan keanggotaan. Peran UMS sebagai pioner diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya.
Keberanian UMS untuk memulai inovasi ini mencerminkan visi institusi dalam menggabungkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dengan kemajuan teknologi. Digitalisasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelayanan persyarikatan.
Manfaat e-KTAM bagi Anggota Muhammadiyah
Penerapan e-KTAM memberikan sejumlah manfaat langsung bagi anggota Muhammadiyah. Akses terhadap bukti keanggotaan menjadi lebih praktis tanpa harus membawa kartu fisik. Selain itu, proses administrasi dapat dilakukan dengan lebih cepat karena data anggota tersimpan secara terpusat dan terintegrasi.
Bagi organisasi, e-KTAM mempermudah pendataan dan pembaruan informasi anggota. Sistem digital memungkinkan pengelolaan data yang lebih akurat, transparan, dan efisien. Dengan demikian, program dan kegiatan persyarikatan dapat dirancang berdasarkan data yang valid dan terkini.
Mendorong Transformasi Digital Persyarikatan
Peluncuran e-KTAM menjadi bagian dari upaya besar Muhammadiyah dalam mendorong transformasi digital. Di era teknologi informasi, organisasi besar dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Digitalisasi identitas merupakan fondasi penting dalam membangun sistem persyarikatan yang modern.
Transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga budaya organisasi. Dengan sistem digital, komunikasi antaranggota dapat berlangsung lebih cepat, koordinasi kegiatan menjadi lebih efektif, dan partisipasi anggota dapat ditingkatkan melalui berbagai platform daring.
Integrasi dengan Layanan dan Program Muhammadiyah
Ke depan, e-KTAM dirancang untuk terhubung dengan berbagai layanan dan program Muhammadiyah. Mulai dari kegiatan pendidikan, sosial, hingga layanan khusus anggota, semuanya dapat diakses melalui identitas digital ini. Integrasi tersebut diharapkan menciptakan pengalaman keanggotaan yang lebih baik dan terstruktur.
Dengan satu identitas digital, anggota tidak perlu lagi melalui proses verifikasi berulang untuk mengakses layanan tertentu. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan anggota terhadap sistem persyarikatan.
Langkah Strategis Menuju Profesionalisme Organisasi
Penerapan e-KTAM juga mencerminkan upaya Muhammadiyah untuk meningkatkan profesionalisme organisasi. Sistem digital memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data serta pengelolaan organisasi yang lebih transparan dan akuntabel. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai luhur.
UMS, melalui inisiatif ini, menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi organisasi. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah tuntutan perubahan yang cepat di era digital.
Harapan dan Arah Pengembangan ke Depan
Peluncuran e-KTAM di UMS diharapkan menjadi titik awal penerapan sistem serupa di seluruh PTMA. Dengan adopsi yang lebih luas, identitas digital ini dapat memperkuat jaringan Muhammadiyah secara nasional bahkan global. Sinergi antarperguruan tinggi dan struktur persyarikatan menjadi kunci keberhasilan implementasi jangka panjang.
Ke depan, pengembangan e-KTAM dapat terus disempurnakan dengan menambahkan fitur-fitur baru sesuai kebutuhan anggota. Dengan demikian, e-KTAM tidak hanya menjadi simbol digitalisasi, tetapi juga solusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan peran Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
